BIMTEK) Peningkatan SDM Penangkar Benih dan Pengawas Benih Tanaman BPPSBP Provinsi Gorontalo

0
26

Selasa hingga Rabu, 8-9 Juni 2021 Balitsereal mendapatkan kunjungan dari BPPSBP Gorontalo, hal ini dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Peningkatan SDM Penangkar Benih dan Pengawas Benih Tanaman UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Provinsi Gorontalo. Sebanyak 22 orang yang terdiri dari 17 petugas pengawas benih tanaman, 3 orang petani penangkar serta beberapa tim dari BPPSBP dan Kepala BPPSBP hadir dengan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pada sambutannya, Kepala BPPSBP, Ir. Nurbaya Abdul Gani, MSi memberikan apresiasi kepada sambutan hangat yang diberikan oleh tim Balitsereal, serta berharap agar peserta memperhatikan dengan seksama setiap materi dan praktek yang dipaparkan demi kelancaran pengawasan penangkaran benih yang nantinya dilaksanakan di provinsi gorontalo dalam skala yang luas.

Disela-sela pembingkaian BIMTEK, Kepala Balitsereal, Dr. Muhammad Azrai memaparkan capaian inovasi yang telah dihasilkan oleh Balitsereal sebagai lembaga pusat unggulan IPTEK (PUI) serealia. Hingga saat ini tak kurang dari 50 varietas jagung hibrida dan jagung komposit telah dihasilkan melalui penelitian oleh tim pemulia Balitsereal. Dengan keunggulannya masing-masing, mulai dari provitas tinggi, adaptif dataran rendah dan tinggi, toleran naungan, toleran kekeringan, jagung QPM hingga tongkol ganda, varietas jagung yang dihasilkan oleh Balitsereal mampu menyaingi varietas milik perusahaan multi nasional.

Saat ini telah dilakukan koordinasi dan sosisalisasi kegiatan desentralisasi perbenihan jagung di Jawa Timur, Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat melalui kegiatan riset pengembangan inovatif dan kolaboratif (RPIK) tanaman pangan, ungkap Azrai. Lebih lanjut beliau mengungkapkan keberhasilan program korporasi benih jagung hibrida yang telah dilaksanakan di beberapa daerah diantaranya, Tuban, Minahasa, Tanah Laut, Rembang dan beberapa lokasi lainnya kerjasama dengan mitra lisensi jagung hibrida melalui program Ditjen Tanaman Pangan.

Setelah menerima pemaparan materi oleh narasumber yang merupakan peneliti Balitsereal terkait teknologi produksi benih jagung hibrida, teknologi budidaya, hama dan penyakit tanaman jagung serta teknologi pasca panen jagung pada hari pertama, hari kedua peserta BIMTEK kembali digiring menuju lokasi penangkaran benih untuk melihat secara langsung karakteristik yang dimiliki masing-masing tetua jagung hibrida Nasa 29 serta praktek pencabutan bunga jantan.

Peserta dan Kepala BPPSBP sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penjelasan materi hingga kunjungan lapangan yang diakhiri dengan kunjungan lokasi prosesing dan gudang penyimpanan benih Balitsereal.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pengawas benih tanaman memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan produksi benih sehingga menghasilkan benih yang bermutu dan berkualitas.

IMG-20210609-WA0017IMG-20210609-WA0019IMG-20210609-WA0032IMG-20210609-WA0020IMG-20210609-WA0029

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here