“Walau sistem manajemen dan kualitas pelayanan UPBS Balitsereal terbilang baik – menurut internal kita, tapi hal itu perlu ditingkatkan lagi. Maka pada hari ini kita bersama-sama menyelenggarakan audit eksternal guna memastikan, apakah sistem manajemen mutu yang berbasis ISO 9001:2015 tersebut sudah terlaksana dengan baik. Kedepan saya juga berharap kita semua dapat menambah fokus pada penerapan sistem layanan berbasis digital. Sudah saatnya semua lini menerapkan sistem digital, khususnya pada unit gudang. Dengan penerapan tersebut, distribusi dan pelayanan kepada konsumen dapat terpantau dengan baik secara real time. Sehingga kita tahu betul, bagaimana persebaran benih dan progres pemanfaatannya di masyarakat”. Begitulah kutipan pesan Direktur UPBS Balitsereal ketika membuka kegiatan audit eksternal (resertifikasi) UPBS.

Diketahui, Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balitsereal baru-baru ini mengadakan audit eksternal (resertifikasi). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis – Jumat, 11 – 12 Agustus 2022 dan dilakukan secara daring. Auditor eksternal adalah beliau Bapak W. Widi Atmoko dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih dan Bibit (LSSM BeBi) PT. Agri Mandiri Lestari.

Direktur, wakil direktur, seluruh manajer dan beberapa staf berkumpul di ruang rapat kepala balai, sementara tim auditor bergabung secara daring melalui Zoom dan WhatsApp Group. Pada sesi assessment, auditor melakukan penilaian secara lengkap pada tiap lini manajerial. Evaluasi secara tuntas lengkap meliputi seluruh lini manajerial mulai dari manajer mutu, manajer produksi, manajer prosesing, manajer gudang, manajer pemasaran, hingga manajer administrasi.

Sebelumnya UPBS Balitsereal telah mendapatkan sertifikat Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SSMM) dengan nomor LSSM-02-B3 yang berlaku sejak 20 September 2019 hingga 19 September 2022. Tersebut merupakan bukti bahwa UPBS Balitsereal telah menerapkan SMM SNI ISO 9001:2015 pada proses produksi benih dengan baik. Maka, dengan demikian hasil temuan audit berupa koreksi dan saran selanjutnya digunakan sebagai bahan diskusi dan perbaikan untuk tetap mempertahankan kualitas manajemen mutu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *