Sulawesi Tenggara memiliki agroklimatologi yang hampir sama dengan Sulawesi Selatan, namun kondisi lahan yang sebagian besar merupakan lahan pasca tambang, sehingga perlu dilakukan pemulihan fungsi lingkungan alam maupun sosial.

Pemulihan fungsi pada lahan sub optimal yang merupakan lahan pasca tambang tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penanaman komoditas yang sesuai untuk lahan sub optimal, salah satunya dengan menanam sorgum yang merupakan salah satu tanaman serealia yang dikembangkan oleh Balitsereal Kementerian Pertanian.

Berangkat dari hal tersebut, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja ke Balitsereal guna membahas mengenai Peran riset dan teknologi dalam upaya pengembangan tanaman sorgum di Provinsi Sulawesi tenggara (11/11/2022).

Hal ini sekaligus menindaklanjuti arahan Mentan SYL saat kunjungan ke Sulawesi Tenggara pada Oktober lalu, untuk menyiapkan lahan sebanyak 1000 ha pada tahun 2023 mendatang.

Rencana aksi tindak lanjut pertemuan ini, DPRD melalui Pemerintah Sulawesi Tenggara akan melaksanakan kerjasama dengan Balitsereal guna mengembangkan tanaman sorgum. Langkah awal akan dilaksanakan Sosialisasi kepada petani dan penyuluh berupa Bimbingan Teknis terkait teknologi yang sesuai diterapkan pada tanaman sorgum sehingga diharapkan produksi petani meningkat dan memperoleh keuntungan yang berlimpah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *