Tribas, Biopestisida Baru untuk Pengendalian Berbagai Penyakit Tanaman Jagung

0
101

Bacillus subtilis adalah bakteri yang umum ditemukan di tanah dan sisa-sisa tanaman. Jika diaplikasikan pada benih, bakteri tersebut mengkolonisasi system perakaran tanaman, sehingga bakteri tersebut dapat berkompetisi dan menekan perkembangan berbagai penyakit tanaman. Bakteri tersebut terus menerus hidup dan berkembang pada sistem perakaran tanaman dan dapat melindungi tanaman sepanjang musim pertanaman.

Badan Litbang Pertanian melalui UPT Balitsereal telah mengembangkan formula Biopestisida baru berbahan aktif Bacillus subtilis yang diberi nama Tribas. Tribas sangat efektif untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit tanaman, khususnya dari cendawan patogen. Kelebihan formulasi ini adalah bersifat PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman. Hasilnya akan lebih optimal apabila penggunaannya dipadukan dengan varietas tahan.

Patogen sasaran dari produk biopestisida ini adalah  cendawan tular tanah, cendawan tular angin, dan cendawan tular benih. Efektif mengendalikan penyakit hawar pelepah dan upih daun Rhizoctonia solani, penyakit hawar daun Bipolaris maydis, penyakit bulai Peronosclerospora philipinensis. Formula biopestisida ini menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang bersifat antibiotik antifungal tinggi yaitu: basilomisin, mikobasilin, zwittermisin-A, kanosamin, dan fungistatin.

Cara aplikasi biopestisida ini adalah: untuk perlakuan benih campurkan 8 gram Tribas per kilogram benih dan untuk penyemprotan dengan melarutkan formula 3 g/l air (tambahkan bahan perekat) kocok hingga homogen sebelum aplikasi. Sebaiknya diaplikasi pada sore hari, dan diulangi seminggu kemudian. Untuk cendawan yang bukan tular tanah sebaiknya tetap diberikan perlakuan benih sebelum tanam karena formula ini mampu merangsang pertumbuhan tanaman lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here