“Terus Berinovasi” Harapan Komisi IV DPR RI untuk Badan Litbang Pertanian

0
117

“Jika pihak luar bisa menghasilkan benih berkualitas, masa kita tidak bisa“ Ungkap Sudin, SE, Ketua Komisi IV DPR-RI, pada Kunjungan Kerja di Balai Penelitian Tanaman Serealia, di hadapan anggota komisi IV DPR RI, Kabadan Litbang Pertanian, Ka.Badan riset SDM Kelautan dan Perikanan, Pejabat eselon II Lingkup Kementan dan Kementerian kelautan dan perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Provinsi Sulsel, Para Direktur BUMN, serta perwakilan Asosiasi Benih nasional (ASBENAS) dan para peneliti Lingkup Balitsereal.

Sektor pertanian merupakan salah satu andalan dari Sulawesi Selatan, dengan mengembangkan beberapa varietas benih unggul tanaman pangan diharapkan dapat meningkatkan dan menciptakan kemandirian pangan, keamanan pangan untuk Sulawesi Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.  Komisi IV DPR RI mengharapkan untuk Tahun 2020 ditingkatkannya anggaran Badan Litbang Pertanian untuk terus berinovasi yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara luas.

Sebelum bertatap muka, Ketua beserta beberapa anggota komisi IV DPR RI dari berbagai Dapil dan partai, menyantap menu olahan berbasis pangan lokal, diantaranya bubur sorgum yang selain memiliki cita rasa yang nikmat, juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Ungkapan pujian dan rasa penasaran tidak henti-hentinya diutarakan untuk sorgum ini. Selain Jagung, Balitsereal telah menghasilkan beberapa verietas sorgum diantaranya, Super-1 dan Super-2 yang sangat cocok untuk pangan olahan, dengan rasa yang pulen dan batang manis sehingga cocok untuk menghasilkan gula cair.

Perhatian pun tidak hanya tertuju pada sorgum saja, di koridor menuju Auditorium Prof.Ibrahim Manwan, berdiri tegak patung jagung ungu yang sangat menyita perhatian para anggota Komisi IV. Hal ini sebagai simbol bahwa Balitsereal telah merilis jagung ungu yang kaya akan antosianin.

Hal ini disambut positif oleh Sudin, SE yang mengharapkan pengembangan jagung ungu ini bisa diperluas karena memiliki nilai tambah dibanding jagung biasa, di Belahan Eropa dan Cina jagung ini sangat mahal, hal ini memang ditunjang dari keunggulan yang dimiliki baik dari segi kesehatan maupun untuk dunia kecantikan.

Kepala Badan litbang Pertanian, DR. Fadjry Djufri selaku induk Balitsereal, memberikan apresiasi atas kunjungan Komisi IV DPR RI dan dukungan yang telah diberikan selama ini sehingga untuk Tahun 2019 Balitbangtan Kementerian Pertanian telah menghasilkan royalti 11 M khusus untuk peneliti. hal ini bisa mendorong semangat peneliti untuk terus menghasilkan karya anak bangsa. Dan khusus untuk Balitsereal telah menghasilkan 10 M PNBP dari nilai jual benih yang dihasilkan serta royalty sebesar 3 M untuk peneliti.

Sejak 3 tahun yang lalu, Balitbangtan telah diberi tugas menyiapkan 40 % dari kebutuhan benih jagung nasional berkat dukungan DPR. DR. Fadjry Djufri memaparkan bahwa Balitsereal tidak hanya menghasilkan jagung, tapi menghasilkan sorgum manis yang sangat potensi untuk subtitusi kebutuhan gandum, potensi ini sangat berkembang di NTT. Untuk wilayah Eropa menghendaki tepung gluten free, tentunya hal ini bisa kita dapatkan dari sorgum, untuk itu melalui pertemuan ini Badan Litbang Pertanian mengharapkan dukungan DPR untuk pengembangan sorgum di wilayah Indonesia.

Melanjutkan pemaparan Kepala Balitbangtan, Dr. Muhammad Azrai, Kepala Balitsereal selaku Tuan Rumah, memaparkan bahwa budidaya sorgum itu tidak sulit, lahan kurang subur pun masih bisa menghasilkan sorgum yang besar, bisa menghasilkan bioetanol dan silase.

Kepala Balitsereal memaparkan capaian kinerja Balitsereal sebagai Balai Nasional dan telah dicanangkan oleh KemenristekDikti sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Serealia sejak 2 tahun lalu. Sebagai lembaga penelitian serealia, Balitsereal merilis varietas setiap tahunnya dan hingga saat ini sebanyak lebih dari 30 varietas jagung hibrida telah dihasilkan, 10 lebih jagung komposit, 6 varietas sorgum dan 5 varietas gandum.

Balitsereal melakukan penelitian terkait pangan fungsional yang memiliki kadar protein yang tinggi, jagung pulut URI dan jagung ungu yang kaya antosianin, serta VUB yang diperuntukkan pakan ternak, tahan terhadap perubahan lingkungan diantaranya BIMA 20 toleran terhadap kekeringan, JH 37 VUB yg mampu berkompetisi dengan varietas multinasional dan toleran terhadap tanah masam, JH 36 dengan umur genjahnya, serta Nasa 29 yang bertongkol ganda dan varietas Jhana yang tahan terhadap naungan.

IMG-20191218-WA0054IMG-20191218-WA0033

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here