Bertepatan dengan HUT TNI dan Peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2021, Komisi II DPRD Prov.Sulbar melakukan kunjungan kerja ke Balitsereal. Kunjungan ini di pimpin oleh Ketua Komisi II, Sukri Umar dengan maksud ingin menggali informasi lebih dalam terkait kemungkinan untuk pelaksanaan kerjasama dalam pengembangan tanaman serealia di wilayahnya. Mengingat beberapa wilayah Sulbar memiliki potensi untuk pengembangan tanaman jagung.

IMG-20211005-WA0059Sepakat dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Prov.Sulbar, Muchtar juga menyampaikan bahwa meskipun instansi terkait, BPTP Sulbar telah rutin melakukan demplot namun beliau berharap Pemulia Balitsereal dapat hadir di Sulbar untuk melakukan demplot berbagai inovasi serealia yang telah dihasilkan. Karena beberapa daerah seperti Mamuju Raya, Mamuju Tengah hungga Pasang Kayu sangat berpeluang dalam pengembangan jagung.

Kepala Dinas Perkebunan, Abdul Waris Bestari menyampaikan bahwa telah dilakukan peremajaan sawit dengan luasan kurang lebih 10.000 ha. untuk mendapatkan hasilnya masih memerlukan beberapa tahun yang cukup lama. Untuk itu beliau berharap Balitsereal dapat memberikan dukungan dalam hal memanfaatkan jagung sebagai tanaman sela di lahan sekitar sawit.

Menyambut hal tersebut, Kepala Balitsereal, Muhammad Azrai menyampaikan bahwa saat ini Balitsereal bekerjasama dengan BPTP Sulbar melakukan produksi Benih di daerah Polman seluas 5 ha. Sehingga jika ingin mengetahui mengenai produksi benih bisa mengunjungi lokasi tersebut.

Untuk pembentukan jagung hibrida membutuhkan Padat Modal dan Padat Karya. Selain modal yang kuat, penguasaan teknologi pun diperlukan. Sehingga Balitsereal melakukan transfer teknologi bagi siapa saja yang serius ingin mengembangkan benih jagung hibrida karya anak bangsa, Sambung Azrai.

Azrai juga menjelaskan mengenai keberhasilan di beberapa wilayah, khususnya di Sulawesi Utara yang baru saja melakukan panen Jagung Hibrida Varietas JH 37, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak disana. Beliau pun menambahkan tentang keberhasilan perbenihan yang telah terbentuk di Sulut, yang awalnya hanya penangkar biasa namun terus dibina hingga saat ini telah sukses memenuhi kebutuhan Sulut bahkan telah mulai mensuplai kebutuhan jagung di Jawa Timur.

Beberapa varietas jagung hibrida Badan Litbang Pertanian juga cocok untuk ditanam di bawah naungan. Seperti halnya di Manado Sulawesi Utara yang banyak ditumbuhi kelapa, dan ditanami jagung disela-selanya. Dan jika memang dibutuhkan oleh Sulbar, Balitsereal siap hadir untuk menghilirkan ragam inovasi serealia yang telah dihasilkan, ungkap Azrai.

Menanggapi hal tersebut, Sukri Umar menyampaikan apresiasi nya dan merasa penting untuk menerapkan di wilayah Sulbar mengenai apa saja keberhasilan yang telah diraih beberapa wilayah dalam hal pengembangan jagung.

IMG-20211005-WA0075IMG-20211005-WA0073IMG-20211005-WA0072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *