Menghadapi perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 terhadap sektor pertanian. Kementerian Pertanian tidak hanya tinggal diam. Saat ini, Kementan sudah berfokus pada kebijakan strategis untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk pertanian. Kementan juga akan mengedukasi serta menyiapkan petani untuk go digital, mendorong peningkatan industri pengolahan hasil pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dengan basis korporasi dan kawasan. Semua itu juga akan dibarengi dengan penguatan teknologi di sektor pertanian.

 Namun, usaha yang dilakukan oleh Kementan tersebut bukan tanpa rintangan. Hambatan yang biasa dihadapi adalah skala usaha petani yang kecil, hanya berkutat di on farm, peningkatan kesejahteraan yang lamban, serta posisi tawar lemah. Untuk itulah, Kementan sudah mengantisipasi hal ini dengan berfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan petani. Selanjutnya, hal tersebut juga akan diatasi dengan kebijakan dan kemudahan layanan berupa program canggih dalam bentuk mengkorporasikan petani melalui peningkatan skala usaha tani, industrialisasi hulu hingg hilir, serta peningkatan daya saing.
Pertanian digital merupakan sebuah teknologi yang bisa membantu Anda membuat keputusan secara praktis dan bermanfaat. Teknologi ini juga memudahkan manajemen risiko di pertanian dengan mengoptimalkan potensi keuntungan yang bisa diraih. Untuk para petani dengan usia di atas 45 tahun, mungkin akan sedikit sulit mengenalkan teknologi-teknologi di sektor pertanian ini. Untuk itulah, diharapkan muncul petani muda yang melek teknologi untuk bisa mengikuti perubahan di sektor pangan Indonesia ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *