Sosialisasi Penyuluhan Hukum dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

0
27

Dalam rangka pencapaian sebagai institusi dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Balitsereal mengadakan Sosialisasi Penyuluhan hukum dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada akhir Maret 2021, dengan menghadirkan narasumber Jaksa Muda Kejaksaan Negeri Maros Ibu Nofita Kristiani, SH. dan Kasubsi Ipoleksosbudhankam Muhammad Akbar Wahid, SH. (31/03/2021).

Mengawali sosialisasi, Kepala Balitsereal, Dr. Muhammad Azrai menyampaikan mengenai profil dan inovasi teknologi serealia.

Sebagai lembaga yang memiliki tupoksi dalam melaksanakan penelitian tanaman serealia non padi, Balitsereal telah menghasilkan invensi dan inovasi guna mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern, serta telah melaksanakan riset inovatif dan kolaboratif dengan berbagai mitra kerjasama baik dalam maupun luar negeri, ungkap M. Azrai.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan sejak tahun 2017, Balitsereal telah ditetapkan sebagai lembaga Pusat Unggulan IPTEK (PUI) serealia oleh Kemenristekdikti. Selain dijadikan sebagai salah satu lokasi magang dan praktek lapangan bagi siswa dan mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia, Balitsereal juga termasuk lembaga rujukan dalam pengusulan menjadi lembaga PUI.

IMG-20210331-WA0017IMG-20210331-WA0024Pada pemaparan materi sosialisasi, Ibu Nofita menjelaskan mengenai delik-delik/hal-hal yang terkait korupsi diantaranya hal yang merugikan keuangan Negara yang tercantum pada UU No.20 tahun 2021 pasal 2 dan pasal 3, penggelapan dalam jabatan (Pasal 8,9 dan 10), suap menyuap (pasal 5, 11, 12 dan 13), perbuatan curang (pasal 7 dan pasal 12), perbuatan pemerasan serta benturan kepentingan dan gratifikasi (pasal 12).

Dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai ASN, Nofita mengingatkan untuk meminimalisir adanya cela terhadap pelanggaran pada setiap pelaksanaan kegiatan sebagai aparatur sipil negara utamanya dalam hal pengadaan barang dan jasa. Integritas menjadi hal yang sangat penting.

Selanjutnya Nofita menjelaskan faktor pendukung terjadinya korupsi apabila ada Kesempatan, Tekanan serta Pembenaran dengan kata lain membenarkan suatu hal yang tidak lazim dilakukan.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya pemberantasan korupsi dengan melakukan tindakan Preventif/pencegahan termasuk dalam hal menerapkan reward dan punishment; serta melakukan tindakan Edukatif berupa pemahaman tentang tindakan pencegahan korupsi, salah satunya seperti diadakan sosialisasi seperti sekarang ini” tambah Nofita.

Pada kesempatan yang sama, Akbar Wahid menambahkan bahwa setiap pekerjaan memiliki potensi korupsi yang berbeda-beda, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan dan kesadaran dari masing-masing individu.

Sementara Nofita mengibaratkan untuk sampai ke suatu tujuan, kita perlu memahami rute yang akan dilalui agar tidak tersesat.  Hal ini bermakna bahwa intinya sebelum melakukan pekerjaan, pahami dulu tupoksi dari jabatan yang kita miliki agar tidak keluar dari koridor yang ada.

Menutup sosialisasi, Muhammad Azrai menegaskan kepada seluruh ASN dan honorer Balitsereal untuk selalu mengikuti dan menaati peraturan yang berlaku dalam melaksanakan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menghindari tindak pidana korupsi.  Hal ini sekaligus sebagai langkah untuk kembali mewujudkan Balitsereal sebagai institusi dengan predikat WBK sebagaimana telah dicanangkan pada tahun 2018 sebelumnya.

IMG-20210331-WA0027IMG-20210331-WA0038

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here