Sosialisasi Penyegaran Pengisian Usulan AKT dan HKM

0
20

Dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM dan penyegaran kembali tentang pengajuan hasil kerja minimal (HKM) peneliti melalui aplikasi e-peneliti dan jabatan fungsional teknisi litkayasa, Kamis 8 April 2021 Balitsereal mengadakan Sosialisasi penyegaran pengisian usulan Angka Kredit Tahunan (AKT) dan HKM.

Dengan menghadirkan narasumber dari sekretariat Tim Penilai Peneliti Unit (TP2U) Puslitbangtan, Ibu Titin Holisoh,  sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peneliti mengenai Hasil Kerja Minimal (HKM), unsur-unsur penilaian angka kredit dan pengisian E-Peneliti versi 1.0.

IMG-20210408-WA0020IMG-20210408-WA0018

Membuka secara secara resmi acara sosialisasi, Kepala Balitsereal, Dr. Muhammad Azrai menekankan pada pencapaian HKM sebagai tanggung jawab peneliti untuk kenaikan pangkat.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pembahasan mengenai diberlakukannya Perka LIPI No. 20 Tahun 2019, Permenpan RB No. 34 tahun 2018 dan No. 13 Tahun 2019 yang berkaitan dengan kenaikan jabatan fungsional peneliti dalam karier fungsional.  Peraturan tersebut mengatur mengenai usulan AKT, HKM dan Formasi jabatan peneliti di instansi dimana formasi peneliti saat ini mengikuti formasi yang telah diatur LIPI.

Peneliti perlu senantiasa me-refresh mengenai aturan-aturan yang berlaku (HKM dan AKT). Karena jabatan fungsional peneliti sangat cepat perubahannya. Dalam dua tahun, peraturan mengenai peneliti sudah berubah. Dijabatan fungsional (JF) lain mungkin lima hingga sepuluh tahun berubah. Peraturan bagi peneliti dinamis sekali sehingga menjadi suatu kepastian bagi seorang peneliti untuk senantiasa me-refresh mengenai peraturan-peraturan tersebut, ungkap Ibu Angriana Abdullah, yang merupakan Peneliti yang juga bertanggung jawab sebagai koordinator kepegawaian.

Lebih lanjut Angriana mengungkapkan hal yang paling membedakan dari peraturan sebelumnya adalah pemberlakuan HKM. Sebelum tahun 2018 ketentuannya masih sama seperti ketentuan jabatan fungsional lainnya. Misalnya angka kredit sudah mencukupi, maka yang bersangkutan bisa mengajukan kenaikan jabatan. Nah, sekarang diperaturan baru ada unsur HKM. Jadi selain AKT-nya harus tercukupi, tantangan yang harus dihadapi peneliti yaitu pemenuhan HKM. Tanpa keduanya, tidak bisa seorang peneliti itu naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Sementara berdasarkan Perka LIPI 20 Tahun 2019, terdapat HKM yang harus dipenuhi untuk menduduki jenjang fungsional tertentu. Selama 4 tahun peneliti harus memenuhi HKM untuk kenaikan pangkat dalam jenjang fungsional peneliti yang sama atau tetap aktif sebagai peneliti yang sama (Maintanance).

Selepas pembahasan mengenai pengajuan AKT dan HKM bagi fungsional peneliti, sesi selanjutnya  dilakukan pembahasan terkait mekanisme pengajuan angka kredit bagi fungsional teknisi litkayasa, yang dihadiri oleh fungsional teknisi litkayasa lingkup Balitsereal dan 1 perwakilan teknisi litkayasa dari loka penelitian penyakit tungro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here