Pemerintah akan menerapkan skema baru penyerapan gabah petani khususnya 8 provinsi yang merupakan daerah sentra produksi beras yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Lampung.Skema baru ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian target serapan gabah/beras oleh Perum Bulog tahun 2018 sekaligus mencegah jatuhnya harga di tingkat petani terutama pada panen raya padi pada bulan Februari hingga Mei 2018.

Dalam skema baru ini telah diatur tata cara penyerapan gabah petani sbb :

  1. Kasub Divre Bulog menerbitkan order/pesanan gabah kepada DANDIM
  2. Berdasarkan dokumen order tersebut, DANDIM bisa mengajukan permintaan dana kepada Bank BRI dimasing masing lokasi sebagai modal awal pembelian gabah petani.
  3. DANDIM memastikan bahwa panen harus menggunakan Combine Harvester, Pengering, Penggilingan padi dan Gudang sudah siap.
  4. Panen harus menggunakan Brigade Combine Harvester, dikeringkan, diolah, dan dijual ke Bulog sebagai beras *medium* dan /atau *premium* sesuai dengan klasifikasi beras yang sudah ditentukan.
  5. Serapan Gabah Petani (SERGAP) dapat dilakukan dilokasi panen, rumah tangga petani, di penggilingan padi maupun di pedagang pengumpul.
  6. KTNA dan Penyuluh menjadi bagian (sub) dari order yang diterima DANDIM , untuk itu kepada pengurus dan anggota KTNA disemua tingkatan dapat segera melakukan langkah langkah koordinasi dg KODIM diwilayah masing masing.
  7. Harga gabah/beras menyesuaikan dengan HPP atau fleksibilitas harga yang telah ditetapkan.
  8. Kualitas gabah maupun beras sesuai dengan ketentuan Bulog atau Permentan 31/Permentan/PP.130/8/2017
  9. Target SERGAP ini untuk serapan bulan Februari-Mei 2018 dengan sasaran utama di 8 Provinsi (JATENG, SUMSEL, LAMPUNG, JABAR, BANTEN, DIY, JATIM, SULSEL), tetapi dapat juga dilaksanakan diseluruh Indonesia.

Dengan skema baru dan langkah langkah tersebut target penyerapan gabah/beras oleh Bulog periode Februari hingga Mei 2018 sebanyak 3.020.577 ton setara beras dengan rincian pada bulan Februari ditargetkan 683.411 ton, Maret 1.066.922 ton, April 733.250 ton dan Mei 536.994 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *