Pelepasan varietas merupakan salah satu kegiatan inti yang dilakukan secara rutin setiap tahun oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia. Dalam perjanjian kinerja, Balitsereal dituntut untuk memenuhi IKU yang telah disepakati yaitu melepas varietas jagung.
Pada akhir Juni 2019 Balitsereal akan kembali mengikuti sidang Pelepasan varietas yang diselenggarakan di tingkat pusat. Pada sidang kali ini Balitsereal akan melepas dua kandidat varietas yaitu HOPT 01 dan HOPT 07. HOPT merupakan singkatan dari hibrida jagung produksi tinggi.

Dalam rangka pemantapan dokumen sidang, Senin 17 Juni 2019 dilaksanakan seminar pembahasan materi sidang pelepasan varietas yang akan diajukan oleh Balitsereal. Pemaparan materi dilakukan oleh Dr Roy Efendi, pemulia tanaman jagung di Balitsereal.
Dalam pemaparanya, Roy memaparkan bahwa calon varietas telah melewati Uji multilokasi di 9 lokasi yang tersebar di wilayah Indonesia diantaranya dataran tinggi, dataran rendah dan menengah. Hasil uji multilokasi menunjukkan menunjukkan bahwa calon varietas jagung hibrida HOPT 01 dan HOPT 07 memiliki rata-rata hasil yang nyata lebih tinggi dibanding varietas pembanding. HOPT 01 mempunyai rata rata hasil 11,7 t/ha sedangkan HOPT 07 sebesar 11,3 t/ha. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan pembanding Bisi 18 dan JH 27 yang rata rata hasilnya dibawah 10,5 t/ha.

Lebih lanjut, HOPT juga menunjukkan ketahanan yang baik terhadap tiga penyakit utama yaitu bulai, karat dan hawar daun. Kehadiran varietas ini diharapkan akan melengkapi pilihan varietas pada wilayah dataran rendah dan dataran menengah/tinggi.

20190617_091119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *