Seminar Hasil Penelitian TA.2019 dan Pembahasan ROPP/RODHP 2020

0
180

Pada acara pembukaan Seminar Hasil Penelitian TA.2019, Kepala Balitsereal melaporkan sebanyak 10 judul RPTP/RDHP akan diseminarkan terkait hasil penelitian yang telah dilakukan selama tahun 2019 beserta dengan beberapa RKTM. Seminar ini dirangkaikan dengan pembahasan ROPP/RODHP 2020.  Acara yang berlangsung sejak Senin-Kamis, 2-5 desember 2019 ini menghadirkan Tim evaluator dari Puslitbangtan dan Evaluator eksternal, diikuti oleh Ketua Program, pejabat struktural dan peneliti lingkup Balitsereal.

Untuk tahun 2019 Balitsereal telah menjalin kerjasama tidak hanya kerjasama lisensi saja, tetapi juga kerjasama penelitian dengan beberapa perusahaan swasta dalam hal pengujian adaptasi dan hama penyakit yang merupakan salah satu syarat dalam pelepasan varietas. Hal ini melibatkan beberapa peneliti Balitsereal sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka, ungkap Dr. M. Azrai.

Balitsereal telah melaksanakan demplot yang dilaksanakan di Minahasa Utara, terdapat serangan hama Fall Army Warm (FAW ) pada varietas yang didemplotkan, Nasa 29, Bima 20 dan JH 37, beda halnya dengan varietas JH 45 yang tetap berdiri kokoh dan terhindar dari serangan FAW, namun hal ini masih akan diteliti lebih lanjut apakah jagung hibrida varietas JH 45 memang tahan terhadap hama FAW.

Kerjasama korporasi bersinergi dengan dirjen Tanaman Pangan telah dilakukan pada beberapa Provinsi, diantaranya Kalsel (Tanah laut) yang telah melakukan persiapan panen, Sulsel, Sulut dan Jatim. Untuk Jatim tepatnya di Tuban telah dilakukan panen korporasi dengan hasil yang sangat memuaskan bagi petani dan pemerintah setempat dan akan memperluas daerah korporasi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Puslitbangtan, Dr. Haris Syahbuddin yang membuka secara resmi Seminar Hasil Penelitian TA.2019. Dalam arahannya, Kapuslitbangtan mengungkapkan kekagumannya terhadap keberhasilan Balitsereal dalam melakukan kerjasama dengan beberapa pihak serta kegiatan yang dilaksanakan Balitsereal luar biasa, Balitsereal sudah autopilot, sudah waktunya menjadi Balai Besar berdasarkan kegiatan yang dirancang dan bisa menjadi benchmarking untuk serealia, hal ini juga terbukti dengan meningkatnya pertumbuhan ROI hampir 7 T dari anggaran yang disediakan Negara.

Program Kementan tidak pernah lepas dari tanaman pangan, terutama untuk Pajale, kegiatan yang lain sifatnya masih kelembagaan, tapi untuk tanaman pangan bersifat statis, sudah menghasilkan angka, untuk jagung mengalami kenaikan 9,18 % menjadi 30,35 juta ton. Hal ini dikarenakan peranan para peneliti yang mampu menghasilkan varietas unggul, serta kreativitas kawan –kawan Balitsereal dalam berkorporasi dengan beberapa pihak,

Kapuslitbangtan menyampaikan beberapa arahan Mentan yang menginginkan seluruh UK/UPT membuat roadmap capaian untuk tahun 2024 korporasi, investasi, roadmap diharapkan tidak berdiri sendiri, tapi menghitung outcome, berapa penyebaran diseminasi yang dilakukan, jangan hanya kita yang tahu, tetapi harus diperluas sehingga banyak pihak yang juga bisa berhasil.

Akhir seminar nantinya Kapuslitbangtan mengharapkan ada rumusan hasil, rencana tindak lanjut, desentralisasi benih, dan mengarah ke double track (industri benih). Pekerjaan pemulia kedepan diharapkan makin presisi dengan konten biofortifikasinya harus semakin tinggi.

IMG_8323

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here