Jagung merupakan komoditas multi guna yang dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan dan sebagai bahan baku industry. Peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi genetic jagung yang salah satunya melalui pembentukan varietas jagung prolific. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya penelitian pencarian galur jagung prolific yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas jagung nasional . Demikian disampaikan oleh Jamaluddin SP MP dalam paparan seminar dua mingguan Balitsereal.

Penelitian menggunakan rancangan petak petak terpisah dimana pupuk ditempatkan sebagai petak utama, jarak tanam sebagai anak petak dan genotype jagung prolific sebagai anak anak petak. Hasil penelitian menunjukkan adanya satu genotype yang memberikan perentase prolific tinggi yaitu G7 (6,6%) dan yang memberikan hasil per hektar tinggi diperoleh oleh G8 dengan hasil 6.0 t/ha. Tidak didapatkan interaksi antara perlakuan pemupukan dosis nitrogen dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi gaur jagung prolific.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *