Dalam upaya penderasan inovasi hasil penelitian tanaman serealia khususnya jagung hibrida, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menjalin kerjasama alih teknologi dengan mitra kerjasama/lisensor. Tak kurang dari delapan produk inovasi jagung hibrida telah dikerjasamakan dengan pihak swasta. Namun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala yang dihadapi baik dari aspek teknis maupun kemampuan sarana prasarana pendukung dari penerima lisensi.

Dalam upaya untuk menerapkan standar ketersediaan sarana/prasarana pendukung dalam memperbaiki pola kerjasama Balitbangtan dengan mitra maka diadakan rapat evaluasi pelaksanaan kerjasama lisensi Balitbangtan pada tanggal 27 Agustus 2018 di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). Rapat evaluasi di hadiri oleh kepala Puslitbangtan, Dr. Ismail serta perwakilan dari  BPATP, , Balitsereal, BPSB Jatim, BPSB Sulsel dan Mitra kerjasama/lisensor.

Dalam sambutannya, Kepala Puslitbangtan menekankan pentingnya akselerasi dalam diseminasi inovasi teknologi (inotek). Untuk mendukung akselerasi inotek, kriteria mitra kerjasama yang diharapkan harus mempunyai infrastruktur/sarana yang baik, didukung SDM profesional serta dapat memproduksi teknologi secara cepat dan massal dengan mutu produk terjamin. Selain persyaratan wajib yang harus dipenuhi, branding produk juga harus menjadi perhatian sehingga penggantian nama pada varietas baru hendaknya menyesuaikan dengan branding lama.

Rapat koordinasi juga diisi dengan pemaparan tentang capaian produksi benih F1 dari setiap lisensor serta rencana produksi khususnya periode September samai Desember 2018. Hasil rapat koordinasi akan ditindaklanjuti oleh BPATP  dan Balitsereal dalam bentuk penyediaan SOP dan Juknis produksi benih  untuk persyaratan menjadi mitra kerjasama. Selain itu akan dilakukan penetapan target produksi minimal serta time skedul yang pendek. Mitra yang tidak memenuhi kualifikasi diharapkan untuk bergabung dengan mitra lain sehingga efektifitas lisensi lebih termonitor. Diharapkan dengan adanya perbaikan dalam pemberian lisensi, penyebaran hasil inotek Balitbangtan lebih cepat dan massif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *