Dalam dunia perjagungan Indonesia, setidaknya ada sepuluh provinsi sebagai penyumbang pasokan jagung dalam negeri selama periode 2010-2016, yakni, Jatim, Jateng, Lampung, Sulsel, Sumut, Jabar, NTB, Gorontalo, NTT, dan Sumbar. Dari rata-rata produksi jagung nasional dalam periode tersebut, sebanyak 90,1% berasal dari sepuluh provinsi tersebut, sisanya 9,9% dari 24 provinsi lainnya. Hingga kini Jawa Timur merupakan sentra produksi utama jagung di Indonesia dengan kontribusi produksi sebesar 30,4%. Disusul Jawa Tengah dengan kontribusi sekitar 15,9%, Lampung 9,1%, Sulawesi Selatan 7,7%, Sumatera Utara 7,0% dan Jawa Barat 5,67%. Urutan berikutnya NTB, Gorontola, NTT, dan Sumbar dengan kontribusi produksi masing-masing berkisar 2,8-3,7%.

Di Jawa sendiri, dari tiga provinsi sentra produksi jagung nasional (Jatim, Jateng, dan Jabar), pangsa produksinya mencapai 5,19%. Selama periode 2010-2016 rata-rata luas panen jagung per tahun  adalah 3,97 juta ha. Dari luas panen jagung ini paling banyak terdapat di Jawa Timur, yaitu 30,7%, disusul Jateng diurutan kedua dengan luas panen  jagung sebesar 14,1%. Sementara luas panen jagung terluas berikutnya terd apat di Lampung (9,0%), Sulsel (7,75), Sumut (6,0%), dan Jabar 3,8%. Sementara sentra provinsi lainnya, seperti NTB, Gorontalo, NTT, dan Sumbar masing-masing berkisar 2,1-3,7%. Total luas panen jagung di sepuluh sentra produksi jagung sekitar 82,7% dan sisanya sekitar 13,3% tersebar di 24 provinsi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *