Program Embung dan Potensi Peningkatan IP Jagung

0
52

Pemerintah terus mengguyurkan program padat karya dan berorientasi peningkatan dayasaing pedesaan. Kementan bekerjasama dengan Kenendes saat ini tengah memprioritaskan pembangunan infrastukrur air di 7.440 desayang akan digunakan untuk mengairi area persawahan petani. Sampai saat ini telah terbangun 628 embung yang terbangun yang tersebar di seluruh Indonesia.

DImensi embung yang dibangun bervariasi sesuai kebutuhan. Bahkan embung ini bisa juga dilakukan meski hanya dalam skala kecil misalnya 15 x 15 meter dengan alokasi anggaran Rp. 100 juta saja. Soalnya embung yang kelewat besar dengan dana yang juga besar belum tentu lebih efektif dalam menampung air, disesuaikan dengan kebutuhan petani.

Kementan  telah merintis penggunaan embung sejak lama di sentra-sentra di Jawa sehingga diikuti daerah lain. Petani umumnya menerapkan sistem budidaya pertanian hemat air seperti menanam jagung dibandingkan menanam padi yang membutuuhkan air yang lebih banyak.

Kebutuhan air tanaman jagung dalam satu musim berkisar antara 400-500 mm, jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan air tanaman padi yang mencapai 1200 mm. Untuk efisiensi pemberian air, pemberian air difokuskan pada fase kritis pertumbuhan tanaman, seperti fase pembungaan sampai pengisian maka penurunan hasil lebih besar yaitu berkisar 66 – 83%, dibanding bila tanaman jagung mengalai cekaman kekeringan hanya pada vase vegetatif dengan penurunan hasil berkisar 20 – 40%, sedangkan apabila air tanah mencukupi maka pemberian air dapat dilakukan 10-14 hari sekali dengan menggunakan pompa air tanah dangkal dengan metode pemberian air dengan cara digenangi atau dengan menggunakan sistim alur (furrow irrigation).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here