Perbaikan GenetikJagung Merah Eksotik (MESI) Sigi Sulteng

0
17

Sigi salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki beragam plasma nutfah yang melimpah, eksotik, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Jenis plasma nutfah yang ditemukan di daerah ini adalah tanaman jagung yang dibudidayakan secara turun temurun. Keragaman jagung lokal tersebut  terdiri 4 aksesi dengan nama lokal masing-masing: dale lei, dale lanca, dale gento serta dale pulut putih.  Dari keempat aksesi jagung lokal tersebut “Dale Lei” atau yang lebih dikenal Jagung Merah Sigi dengan akronim “MESI” dominan diusahakan oleh masyarakat setempat karena memiliki ciri khas dengan rasa manis, penampilan menarik, dan aroma yang khas sehingga memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh jagung lainnya. Disamping memiliki nilai ekonomis tinggi, juga sebagai subtitusi beras oleh masyarakat setempat berupa nasi jagung serta bahan baku pakan yang berkualitas.

Disamping berbagai kelebihannya, jagung merah MESI mempunyai kendala dalam pengembangannya diantaranya tanaman tinggi, mencapai 2,5 m sehingga mudah rebah, diameter batang kecil serta potensi hasil rendah. Balitbangtan melalui UPT Balitsereal telah bekerja keras untuk memperbaiki sifat genetic jagung merah MESI. Adalah Ir. M Yasin HG MS, pemulia Balitsereal yang melakukan kegiatan seleksi tetua berbalikan selama kurang lebih dua tahun, antara 2013 sampai 2015. Hasilnya, saat ini jagung MESI hasil generasi silang balik BC2F1 telah dihasilkan. Jagung MESI telah mengalami penurunan tinggi tanaman dari 2,5 m menjadi 150-170 cm saja. Penurunan tinggi tanaman ini juga mengurangi resiko kerebahan. Tinggi letak tongkol juga telah diperbaiki menjadi 80-100 cm, termasuk ideal untuk tanaman jagung. Produksi/hasil biji jagung ini juga meningkat dari dari 4-5 ton/ha menjadi 8,69 ton ta atau meningkat sekitar 80%. Jagung ini dapat dilepas menjadi varietas baru setelah melalui uji multi lokasi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here