Akses akan benih bermutu merupakan harapan bagi sebagian besar petani, termasuk petani jagung di Bengkayang yang merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Badan Litbang memegang peran strategis untuk menyediakan benih berkualitas di wilayah yang berbatasan langsung dengan Serawak. Balitbnagtan melalui UPT Balitsereal dan BPTP Kalbar menggelar demplot perbanyakan benih jagung hibrida varietas Bima 19 URI pada lahan seluas 4 ha untuk memperkenalkan VUB jagung nasional kepada petani.

Demplot yang memasuki masa panen pada akhir Februari 2018 menggelar acara emu lapang panen jagung hibrida dihadiri Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkayang, Komandan Lanud Hari Hadi Sumantri HAD) Bapak Letnan Kolonel Penerbang Erick Rofik Nurdin, Kepala BPTP Kalimantan Barat, Bapak Camat Kecamatan Sanggau Ledo, Koramil Sanggau Ledo, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sanggau Ledo, Pengawas Benih Kabupaten Bengkayang serta petani anggota Kelompok Tani Sathia Tani dan Sempurna.

Hasil panen jagung hibrida, produksi ubinan  6.6 ton/ha dengan kadar air (KA) 14 – 27 % diprediksi mencapai 2 ton/ha diharapkan dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan benih jagung petani di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2018 sebanyak 182 ton. Melalui demplot pengkajian ini diharapkan  kedepan kebutuhan benih jagung dapat terpenuhi dengan kegiatan perbanyakan benih jagung hibrida ini sekaligus mengurangi ketergantungan kita terhadap swasta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *