Kabupaten Flores Timur yang dulunya hanya lahan minim manfaat, ternyata menyimpan sejuta harapan. Kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Pemda Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah mampu menghijaukan wilayah tersebut dengan tanaman sorgum. Sorgum yang dulunya merupakan salah satu pangan pokok masyarakat setempat yang hilang selama puluhan tahun kini muncul kembali sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.

Rabu (19/9 2018) bertempat di Larantuka, dilakukan serah terima produksi benih sorgum dari Kepala Balitsereal (Balitbangtan) Dr. Muhammad Azrai kepada Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) dirangkaikan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis peralatan pasca panen dan olahan sorgum serta penyerahan alat pascapanen oleh tim Balai Besar Pascapanen dan Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

Dalam sambutannya, Kepala Balitsereal mengharapkan adanya kerjasama yang terus terjalin terkait pengembangan sorgum di Larantuka. Benih sumber sorgum yang dihasilkan diharapkan dapat ditanam petani dan meningkatkan tingkat perekonomian petani di wilayah Flores Timur. Sementara itu, Direktur Yaspensel Keuskupan Larantuka RD Benyamin Daud dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada kepada Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dalam pendampingan selama ini dan teristimewa kepada peneliti sorgum Balitsereal, Dr. Marcia Pabendon dan tim atas kesabarannya dalam pendampingan yang diberikan selama dua tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *