Sebanyak 300 lebih peserta dari Pejabat Eselon I, II, III, dan IV Lingkup Badan Litbang Pertanian, Profesor Riset, Kasubbag TU, Koord. Program, Kasie Jaslit/KSPHP dan Yantek serta perwakilan peneliti Lingkup Badan Litbang Pertanian hadir pada acara Rapat Kerja Badan Litbang Pertanian dengan tema “Penguatan Manajemen Internal dan Sosialisasi Program-Program Strategis Kementan”. Pada Senin-Selasa, 25-26 November 2019.

Bertempat di Auditorium Prof. Ibrahim Manwan, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Raker ini dibuka secara Resmi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Fadjry Djufri dihadapan peserta dari 64 UPT Balitbangtan.

IMG-20191127-WA0044Dalam arahannya, Ka.Badan Litbang Pertanian, Dr. M. Fadjry Djufri menyampaikan bahwa Mentan SYL sangat konsen dengan teknologi, sejak menjabat sebagai Gubernur Sulsel, sinergitas antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan lembaga riset telah terjalin. Setelah dilantik, program awal Mentan SYL adalah pembenahan data yang disinergikan dengan BPS, tahap awal ini diselesaikan mengenai luas baku sawah, kedepan terkait dengan prediksi produktivitas dengan KSA (Kerangka Sampling Area) menggunakan citra satelit dengan resolusi yang lebih tajam dan menghitung biomass. Hal ini tidak hanya berlaku untuk tanaman pangan, tapi juga untuk perkebunan, hortikultura, peternakan dan pertanian dalam arti luas.

Untuk memajukan Pertanian, tidak bisa hanya melibatkan lingkup Kementerian Pertanian saja, tapi melibatkan seluruh elemen, sehingga harus bersinergi dengan beberapa Kementerian Lainnya, PUPR, BUMN, Kementerian Desa dan melibatkan seluruh elemen dari pusat, hingga level kecamatan dan desa. Sehingga akan dikembangkan program Konstra Tani. Serta Agriculture War Room (AWR), dan konsep Kawasan Pertanian Maju, Mandiri, Modern (Kapet M3). Diharapkan banyak peran swasta, BUMN, dan melibatkan beberapa sektor lainnya, Ungkap Fadjry.

Lebih lanjut Fadjry mengungkapkan Mentan SYL menginginkan seluruh ASN, utamanya peneliti Kemtan Punya target yang terukur dan harus luar biasa peningkatannya, tidak hanya sampai berapa banyak varietas yang dihasilkan, tetapi berapa banyak varietas yang dihasilkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, semuanya harus berbasis outcome.

Diakhir arahan, Ka.Balitbangtan ini menekankan perhatian kepada manajemen kepegawaian, terkait kenaikan pangkat, jangan dipersulit karena tidak adanya formasi, saya ingin semua teman-teman tidak stagnan karena tidak adanya formasi di UPTnya, tolong koordinasikan dengan Badan Litbang” Jelas Fadjry.

IMG-20191127-WA0041IMG-20191127-WA0037

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *