Pengendalian patogen tular tanah R. solani dan F. verticilliodies dengan Biopestisida Bacillus subtilis TM4 dan BNt8

0
451

Bacillus subtilis adalah bakteri gram positif yang umum ditemukan di air, tanah, udara, dan sisa-sisa tanaman. Jika diaplikasikan pada benih, bakteri tersebut mengkolonisasi system perakaran tanaman, sehingga bakteri tersebut dapat berkompetisi dan menekan perkembangan cendawan seperti Rhizoctonia, Fusarium, Aspergillus dan lain-lain. Bakteri tersebut terus menerus hidup dan berkembang pada sistem perakaran tanaman dan dapat melindungi tanaman sepanjang musim pertanaman.

Badan Litbang Pertanian melalui UPT Balitsereal telah mengembangkan Biopestisida yaitu Bacillus subtilis TM4 dan BNt8 sebagai agensia pengendali hayati terhadap cendawan tular tanah. Biopestisida mengandung bahan aktif bakteri Bacillus subtilis yang diisolasi dari tanah pertanaman jagung asal Malino Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Disamping itu, biopestisida ini diperkaya dengan bahan aditif lainnya seperti yeast extract, carboxymethyl cellulose (CMC), dan gum Arabic.

tm4Keunggulan dari biopestisida ini adalah efektif mengendalikan patogen tular tanah seperti R. solani (hawar pelepah dan upih daun) dan F. moniliforme (busuk batang dan busuk tongkol) pada tanaman jagung. Biopestisida ini diaplikasikan dengan cara perendaman/penyelubungan benih selama 2 jam, kemudian diikuti penyemprotan pangkal batang tanaman dengan interval 3 minggu sekali. Aplikasi biopestisida ini mudah dilakukan oleh petani.

Teknologi ini menjadi alternatif bagi petani jagung dalam memilih pestisida ramah lingkungan, serta prospektif dikembangkan secara komersial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here