Pengembangan Varietas Jagung Litbang Menjanjikan Sejuta Harapan Di Pulau Timor

0
23

Kabupaten Nagekeo adalah pemekaran dari Kabupaten Ngada Ibukotanya Bajawa, luas 3.038 Km2. Sesuai dengan Keppres No. 15 Tahun 1998, seluruh wilayah Kabupaten Ngada merupakan wilayah dari Kapet Mbay. Nagekeo disahkan oleh rapat paripurna DPR RI menjadi Kabupaten baru pada tanggal 8 Desember 2006. Kabupaten Nagekeo dengan kedudukan ibukota di Mbay terdiri dari tujuh Kecamatan dengan luas wilayah 1.416,96 Km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 243.737 jiwa dan luas lahan pertanian dan perkebunan ±35.349,2 ha dan areal persawahan hanya ±4.709 ha terfokus pada Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa di Mbay Nagekeo, dari luas areal yang dimiliki terdapat ±88% adalah lahan kering, sesuai dengan kondisi iklim dan topografinya, pengembangan pertanian difokuskan pada pertanian lahan kering. Lahan kering mempunyai potensi cukup besar dibandingkan lahan sawah karena di samping sebagai penghasil pangan juga produk pertanian lainnya seperti perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan darat. Infrastruktur vital telah dibangun diantaranya jalan, pelabuhan Marapokot, dan Bandar Udara Surabaya II dijadikan oleh Jepang bandara cadangan untuk pengkalan utama militernya di Juanda-Surabaya, potensi produksi garam, saranan prosessing benih jagung kapasitas ±600 ribu t/tahun, merupakan fasilitas yang dapat mendukung industri perbenihan jagung berbasis korporasi dikarenakan Kabupaten Nagekeo sangat potensial untuk pengembangan benih jagung hibrida sepanjang tahun dan terintegrasikan dengan peternakan yang merupakan salah satu komoditi adalan daerah ini, serta didukung oleh Bupati (Johanes Don Bosco do) merupakan sosok yang sangat dekat dengan rakyatnya dibuktikan dengan beberapa kali kunjungan langsung ke masyarakat tani.

WhatsApp Image 2020-01-29 at 09.05.11WhatsApp Image 2020-01-29 at 09.05.10

Beberapa kegiatan dalam rangka pengembangan jagung di Kabupaten Nagekeo di bulan 9 – 11 Desember 2019 bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan PPL dilaksanakan; 1) Kegiatan karakterisasi 15 aksesi pulut lokal dari beberapa kecamatan, kabupaten Nagekeo, 2) Bimbingan teknis produksi benih jagung dan teknik pelaksanaan karakterisasi jagung lokal Nagekeo di ruang Kantor Pertanian dalam rangka pengembangan jagung di Nagekeo, 3) Pelaksanaan pengolahan serempak musim tanam pertama tahun 2020 bersama Bupati Nagekeo, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia, Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur, PPL, Ketua Kelompok Tani, dan Petani di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, 4) Praktek roguing kegiatan pemurnian jagung lokal nagekeo dan pengamatan serangan hama FAW (Fall Army worm) atau Spodoptera frugiperda yang menyerang pertanaman pemurnian jagung pulut lokal Nagekeo. Lebih lanjut Bupati Johanes Don Bosco do memprogramkan untuk mengembangkan jagung hibrida Badan Litbang Pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhannya dan akan dikirimkan ke luar propinsi lebih lanjut kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah propinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi sebagai propinsi penghasil benih setelah Jawa Timur.
WhatsApp Image 2020-01-29 at 09.05.09

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here