Pendampingan Penerapan Teknologi pada Pengembangan Jagung Berbasis Kooperasi Petani di Tuban

0
136

Pilot Project Pengembangan Jagung Berbasis Kooperasi Petani adalah salah satu kegiatan yang mendukung program pengembangan Kawasan Komoditas Jagung berdasarkan Kepmentan No. 830/Kpts/RC.040/12/2016 tentang Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional.

Kegiatan ini dimulai dengan penyamaan persepsi pada tingkat pusat, melibatkan seluruh eselon I lingkup Kementan, sosialisasi di tingkat provinsi dan kabupaten, dilanjutkan dengan pelatihan petugas dan kelompok tani. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kelompok penangkar jagung yang mandiri menghasilkan benih jagung hibrida nasional yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan benih terutama dalam kawasan itu sendiri.
Atas arahan Kepala Badan Litbang melalui Kapuslitbangtan, Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) memberikan dukungan penuh dalam tiga bentuk yaitu: menyediakan benih sumber yang telah teruji keunggulannya, menjadi narasumber teknologi produksi benih dalam pelatihan petugas dan kelompok tani pelaksana penangkaran, dan melakukan pendampingan di lapangan terutama pada kegiatan-kegiatan yang menentukan kemurnian benih yang akan dihasilkan. Untuk memberikan dukungan penuh terhadap tiga hal tersebut, Balitsereal melibatkan pemegang lisensi yang dinilai mampu melaksanakan tugas mulia tersebut untuk sama-sama mengawal pelaksanaan kegiatan, mulai dari penentuan CPCL, pelatihan petani, dan pendampingan di lapangan mulai tanam sampai panen.
Kegiatan lapangan, dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan petani tentang Standar Operasional Prosedur produksi benih kepada kelompok tani yang telah ditetapkan bersama oleh Direktorat Perbenihan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jatim dan kabupaten Tuban dan Pemegang lisensi. Pelatihan tidak hanya terkait dengan SOP oleh Balitsereal dan Pemegang lisensi, tetapi juga sudah melibatkan BPSB Jatim untuk memberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh penangkar untuk dapat menghasilkan benih yang bersertifikat, melibatkan SDM Pertanian untuk memberi gambaran model kelembagaan yang diharapkan terwujud di poktan/Gapoktan, melibatkan direktorat pasca panen untuk mengindentifikasi fasilitas pasca panen yang diperlukan dalam mendukung pilot project tersebut.
Lokasi yang disepakati adalah kecamatan Jatirogo, kabupaten Tuban, melibatkan 12 kelompok tani (poktan) di 7 desa dengan target luas areal penangkaran 100 ha pada musim Asep tahun 2019 dan akan dikembangkan menjadi 500 ha pada musim tanam Okmar 2019/2020.
Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait, terutama Dinas Kabupaten Tuban Memotivasi Poktan, dan dukungan pendampingan dari Litbang dan pemegang lisensi, Poktan termotivasi melaksanakan kegiatan tersebut, sekalipun tantangannya sangat banyak karena dilakukan di luar musim tanam. Tantangan yang paling berat adalah ketersediaan air karena bertepatan musim kemarau namun dengan teknologi sumur dangkal dan pompa tim optimis dapat melakukan walaupun jumlah luasannya masih relatif kecil. Petanaman dimulai pada bulan Juli 2019 secara bertahap dan hingga bulan september baru mencapai 67,65 ha dari target 100 ha.
IMG-20190915-WA0004

Kegiatan Sosialisasi/pelatihan dan kordinasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan permasalahan yang muncul.

IMG-20190915-WA0007Kegiatan pendampingan Lapangan bersama dengan tim kendali dari BPSB, Pemegang lisensi, dan Peneliti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here