Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bersama segenap pejabat Eselon I dan Eselon II melaksanakan sidak 12 bahan pokok jelang nataru. Sidak dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi dan 300 kota. Upaya tersebut, menurut Mentan merupakan kewajiban Kementerian Pertanian untuk memastikan ketersediaan 12 bahan pokok.

“Saya berharap Natal, Tahun Baru, dan seterusnya kita bisa tetap menormalisasi ketersediaan dan keterjangkauan yang ada melalui harga-harga yang normatif (harga-harga yang tetap normal),” jelas Mentan saat melakukan sidak di Pasar Terong Kota Makassar pada Minggu (25/12).

Pada sidak tersebut Mentan menemukan sebagian besar bahan pokok mengalami kestabilan harga bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan, seperti beras yang mengalami penurunan sebesar 1000 perak, menjadi Rp10.000,00. Diikuti jagung yang mengalami penurunan 50 perak menjadi Rp4.943,00 serta daging sapi yang sebelumnya Rp126.000,00 menjadi Rp125.750,00.

Bukan tanpa alasan, Mentan memilih Sulawesi Selawatan sebagai lokasi sidak. Menurutnya Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi barometer terhadap dinamika ketersediaan dan harga yang ada saat ini. Karena itu, dia berharap kebutuhan bahan pokok (bapok) di Sulawesi Selatan dan nasional dapat tersedia secara berkelanjutan.

“Menjaga harga itu bukan hanya (kewajiban) menteri, tapi (kewajiban) kita sama-sama (pemerintah). Mudah-mudahan Natal dan Tahun Baru ketersediaan (bapok) cukup apalagi kalau beras sangat berlimpah alhamdulillah kelihatannya juga sangat siap. Tapi kita tidak boleh (terlalu) pede (percaya diri) karena cuaca sangat ekstrem dan pertanian itu sangat berkaitan dengan cuaca,” pungkas Mentan mengakhiri sidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *