Rabu 8 Agustus 2018, Bertempat di Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kab. Sigi dilaksanakan Panen Raya Jagung VUB Nasa 29. Pada kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional KEMENTAN; Bupati Sigi; Ka BBSDLP mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian; Kadistan Prop. Sulteng; Kadistan Kab Sigi; Ka BPTP Prop Sulteng; Ka. Balit Serealia Maros.

Dalam sambutan Kepala BBSDLP (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr) mengatakan Nasa 29 adalah produk Badan Litbang, dengan potensi 12,5 ton/ha, dan di Desa Kalawara dapat menghasilkan ubinan menurut BPS 10.73 ton/ha. Dari segi iklim Kab Sigi sangat pas untuk pengembangan jagung dimana curah hujan yang ideal 100-150 mm/th dan ini curah hujan sigi, sehingga potensi jagung di Sigi sangat potensial. Saat ini juga diberikan bantuan berupa traktor, bibit dan juga pupuk. Menurut survey BBSDLP potensi air di Kab Sigi baru termanfaatkan 50% dari potensi yang ada, sehingga dengan optimalisasi sumber air akan meningkatkan IP. 

Hadir pula dalam panen raya tersebut Staf Ahli Menteri bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional (Dr. Ir. Mat Syukur, MS.) yang menghaturkan terimakasih atas dukungan Bupati Kab Sigi dan jajaran atas kerjasama untuk bidang pertanian. Sigi sebagai etalase pertanian Propinsi Sulawesi Tengah, istilah lahan terbatas tapi Sigi memiliki sumber air yang melimpah, dengan provitas Nasa 29 10.2 ton hal ini merupakan 2 kali lipat dari rata rata provitas nasional. Hal ini memungkinkan peluang ekspor komoditas jagung dari sigi, dengan era free trade Indonesia harus terus meningkatkan daya saing, sehingga intervensi inovasi teknologi merupakan keharusan yang esensial. Hal ini sejalan dengan bantuan mekanisasi saat ini yang dilakukan.
Pada kesempatan tersebut hadir Bupati Sigi (Muh Irwan) yang mengapresiasi provitas NASA 29. Bantuan pemda untuk petani bersinergi dengan pemerintah pusat, dinyatakan bahwa bantuan dari pemerintah sudah cukup tinggi hanya manajemen pengelolaan bantuan di tingkat kelompok tani perlu banyak perbaikan. Selain itu penguatan penguatan di variabel yang lain adalah pengelolaan sumber air dengan pipanisasi.

Guna peningkatan pemanfaatan jagung Bupati Sigi akan mengumpulkan seluruh Camat untuk optimalisasi lahan-lahan yang ada ruang untuk ditanami yang akan didampingi oleh BPTP. Lebih lanjut Bupati Sigi menyampaikan komoditas lain yang dapat bantuan adalah kakao senilai 2 milyar untuk mesin-mesin pengolahan kakao. Percepatan pelayanan dasar adalah salah satu penguatan industri pertanian Kab. Sigi seperti infrastruktur jalan pertanian agar biaya tataniaga lebih efisien. Turut hadir dalam kegiatan ini peneliti penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah, penyuluh-penyuluh Kabupaten Sigi, Anggota Kelompok Tani Ojo Lali dan perwakilan Kelompok Tani se Kecamatan Gumbasa dan Tanambulava.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *