Pada tanggal 2 Oktober 2021 telah dilakukan kegiatan panen, kunjungan dan temu lapang hilirisasi inovasi teknologi jagung hibrida serta pencanangan tanam di Tomohon, Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dihadiri tamu undangan yaitu Walikota kota Tomohon, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Tomohon dan Minahasa, Perwakilan BPTP Sulawesi Utara dan Perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi serta Universitas Hasanuddin.

Pada kegiatan ini, Kepala Balitsereal melaporkan tentang kegiatan hilirisasi inovasi teknologi jagung hibrida dalam rangka mensukseskan ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa Tomohon menjadi daerah potensial produksi benih dikarenakan lahannya yang begitu subur. Di Sulawesi Utara, kegiatan hilirisasi teknologi jagung hibrida kementan dilakukan seluas 10 Ha (5 Ha di kota Tomohon dan 5 Ha di Minahasa) dari berbagai macam varietas dengan tujuan petani bisa memilih varietas yang diminati untuk dikembangan.

Selain itu, dilakukan juga perbenihan di 3 kota yaitu Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara dengan total luas 8,5 Ha. Benih yang dihasilkan akan diserahkan kepada masyarakan untuk dikembangan lebih lanjut dalan membantu pemulihan ekonomi nasional.  Diharapkan dengan kegiatan ini, tidak dilakukan impor benih jagung yang dapat berakibat turunnya harga jagung petani lokal.

Kepala Balitsereal juga menyatakan bahwa Sulawesi Utara adalah provinsi yang paling maju dalam hal perbenihan jagung setelah Jawa Timur yang menjadi sentra perbenihan jagung di Indonesia. Hal ini tidak lain merupakan hasil dari kerjasama yang baik antara dinas pertanian provinsi, kota dan kabupaten serta berbagai pihak terkait.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Bapak Ir. Novly Wowiling, M.Si. dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sangat besar atas pencapaian kota Tomohon menjadi salah satu sentra pertanaman dan perbenihan jagung di Indonesia. Kerjasama antara berbagai pihak yang sangat solid menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Diharapkan jagung tetap menjadi komodiiti utama dalam pertanian di Sulawesi Utara guna mendukung swasembada jagung di Indonesia.

Walikota kota Tomohon, Bapak Caroll Senduk, S.H. dalam sambutan sekaligus pembuka kegiatan ini mengucapkan terima kasih atas dipilihnya kota Tomohon menjadi salah satu lokasi pengembangan teknologi jagung hibrida Kementrian Pertanian.

Beliau berharap kegiatan ini juga mampu meningkatkan perekonomian petani setempat dengan potensi hasil yang cukup besar mencapai 10 ton/Ha. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Balitsereal yang telah menjadi penggerak pertanaman jagung hibrida Kementan di Tomohon. Diharapkan agar kegiatan ini terus dapat diluaskan di berbagai kota atau daerah lainnya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan benih jagung hibria Kementan oleh yang diwakili oleh Walikota kota Tomohon dan diberikan kepada beberapa petani setempat yang dilanjutkan dengan kegiatan panen dan pencanangan tanam.

Melalui kegiatan kunjungan dan temu lapang hilirisasi inovasi teknologi jagung hibrida serta pencanangan tanam di Tomohon, Sulawesi Utara ini diharapkan mampu mendukung pertanian Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan modern.

IMG-20211003-WA0040IMG-20211003-WA0041FB_IMG_1633185716345FB_IMG_1633185746898IMG-20211003-WA0003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *