Optimalkan Hasil Jagung di Lahan Kering Masam Dengan Rock Fosfat

0
45

Lahan masam umumnya di dominasi oleh tanah tanah berjenis podsolik merah kuning dan alluvial. Tanah tersebut mempunyai karakteristik umum diantaranya pH yang rendah (4,6-5,5), kandungan C organik yang rendah, kandungan aluminium (Al) tinggi, mudah ter erosi serta miskin unsur hara. Kegiatan budidaya jagung di lahan masam/kering masam umumnya dilaksanakan dalam bentuk monokultur serta juga di integrasikan dengan komoditas perkebunan seperti sawit dan karet sebagai tanaman sela. Produksi jagung di lahan masam akan menghasilkan produksi yang optimal apabila didukung dengan paket teknologi budidaya yang sesuai.

Hasil penelitian Badan Litbang Pertanian pada tiga provinsi (Lampung, Riau, Kalsel) menunjukkan bahwa penambahan rock fosfat dengan dosis 1 ton/ha yang diberikan 1 kali selama 5 musim tanam, dikombinasikan dengan pupuk kandang dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung minimal hingga 30% konsisten selama 5 musim tanam dengan efisiensi biaya hingga 25%. Hasil penelitian di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan penggunaan rock fosfat dengan sistim tanam zigzag secara signifikan meningkatkan hasil jagung.  peningkatan hasil yang tinggi dari penambahan rock fosfat dengan kisaran hasil jagung yang diperoleh berkisar antara 10-12 ton/ha.

Berdasarkan hasil tersebut maka RPR Maroko dapat direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung di lahan kering masam. Teknologi ini merupakan salah satu solusi yang efektif dan ekonomis dalam mengatasi permasalahan rendahnya ketersediaan P pada tanah masam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here