Jagung hibrida tongkol ganda NASA 29 yang diresmikan namanya oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Boyolali pada tahun 2016 yang lalu telah dikenalkan di wilayah Sulawesi Tengah melalui kegiatan Temu Lapang Inovasi Teknologi dan Panen Jagung VUB NASA 29 pada hari Selasa (14 November 2017) di Kabupaten Sigi.

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah sebagai penyelenggaran kegiatan ini bermaksud untuk mempercepat penyebarluasan inovasi teknologi khususnya varietas unggul baru yang berpotensi tinggi, sehingga masyarakat mempunyai pilihan mengenai varietas jagung yang dapat membantu peningkatan produksi dan pendapatannya. Serta memenuhi kebutuhan akan jagung yang terus meningkat di kalangan masyarakat.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan doa sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil yang diperoleh, dan dilanjutkan dengan panen jagung hibrida oleh Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, SPt., MP.) bersama para pejabat yang mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Komandan Kodim 1306 Donggala, dan Camat Sigi Biromaru. Dalam sambutannya Kepala BPTP Sulawesi Tengah menyatakan bahwa selama ini sudah banyak VUB jagung yang dikenalkan kepada masyarakat, namun ketika petani membutuhkan, benih tidak tersedia di lapangan. Untuk itu pada kesempatan terebut Kepala Balai mengajak kepada dinas terkait berserta penyuluh Kabupaten Sigi bersama-sama mengawal penangkaran benih yang dilakukan oleh kelompoktani.

Pada kesempatan tersebut peneliti BPTP Sulawesi Tengah Dr. Ir. Syafruddin, MP. menginformasikan keunggulan varietas ini, antara lain tongkol dua dengan biji yang besar, mudah dipipil, tahan terhadap penyakit bulai, karat dan hawar, serta toleran terhadap kekeringan. Keunggulan lainnya adalah stay green dengan letak tongkol yang di bawah memungkinkan brangkasan jagung sebagai pakan lebih banyak.

Respon peserta yang terdiri atas unsur penyuluh, peneliti, Babinsa, pengurus kelompoktani dan wanita tani Desa Sidera memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap performa Nasa 29 yang hasil ubinannya mencapai 9 ton/ha. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi berharap benih jagung NASA 29 dapat tersedia sehingga dapat dianggarkan untuk tahun 2018 mendatang. Kelompoktani juga berharap bahwa benih NASA 29 dapat tersedia dan dapat mereka tanam di lahannya guna mendukung peningkatan produksi jagung. (SUmber: BPTP Sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *