Manfaatkan Lahan Non Produktif untuk Pengembangan Jagung di Kabupaten Paser

0
152

Guna mendukung program Kementerian Pertanian, UPSUS Pajale, Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, melalui Dinas Pertanian akan melaksanakan demplot uji coba produktivitas varietas jagung komposit dan hibrida hasil karya anak Bangsa untuk mengetahui varietas yang sesuai untuk dikembangkan di Kabupaten Paser.

Untuk itu, pada Selasa 20 Agustus 2019, Dinas Pertanian Kabupaten Paser dalam hal ini Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan kunjungan ke Balitsereal guna mendalami mengenai prospek pengembangan jagung di Kabupaten Paser.

Dalam rangka UPSUS Pajale, Kabupaten Paser mengembangkan 1250 ha untuk pengembangan jagung hibrida, meskipun tidak sebesar pengembangan Kabupaten lain, namun Paser memiliki rencana besar untuk mampu menangkarkan benih sendiri. Produksi jagung hibrida di Kabupaten Paser menghasilkan 5-7 t/ha, namun masih kurang diminati karena harga benih yang terbilang cukup mahal bagi petani.

Penangkaran Sukmaraga dan Bisma telah dilakukan pada Tahun 2018 namun menghadapi kendala, karena terserang busuk batang meskipun telah dilakukan pendampingan yang cukup dari Dinas Pertanian, sehingga akan dilakukan kembali pada Tahun 2019 ini karena potensi replanting Kabupaten Paser dalam hal lahan-lahan non produktif bekas perkebunan kelapa sawit dan potensi pasar yang sudah jelas untuk kebutuhan industri yang masih kekurangan pasokan sekitar 30 %.

Fall Armyworm (FAW) pun menjadi topik yang sangat penting dalam kunjungan Dinas Pertanian kali ini. Serangan hama ini sudah mulai meresahkan, sudah terdapat serangan pada beberapa Kecamatan termasuk yang merupakan sentra pengembangan jagung. Di Kabupaten Paser, serangan dilakukan pada 30-60 hst dan kadang bersembunyi di tanah sehingga meluas ke pertanaman semangka yang terletak tidak jauh dari lokasi serangan.

Ir. Bahtiar, MS selaku perwakilan Kepala Balitsereal menjelaskan beberapa cara pengendalian yang biasa dilakukan oleh peneliti Balitsereal dalam menangani hama yang berbahaya ini. Akhir pertemuan, Perwakilan Distan Kabupaten Paser menyampaikan apresiasi dan siap untuk melaksanakan demplot benih jagung hibrida dan komposit untuk kebutuhan pengembangan jagung di Kabupaten Paser ke depan.

IMG-20190820-WA0008IMG-20190820-WA0007IMG-20190820-WA0005IMG-20190820-WA0006

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here