Kunjungan Dewan Jagung Nasional

0
27

Balitsereal mendapat kunjungan kehormatan oleh Sekretaris Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola. Beliau mencari informasi tentang perkembangan komoditas serealia dan menyampaikan harapan untuk perkembangan dimasa mendatang terkait beberapa hal, diantaranya komoditas sorgum yang mempunyai daya adaptasi yang tinggi mempunyai peluang besar untuk dibisniskan, mengingat banyaknya daerah yang terkena dampak kemarau, sorgum sangat layak untuk dikembangkan. Menurutnya banyak pengusaha yang tertarik untuk itu, karena manfaatnya sudah mulai banyak diketahui dan dirasakan oleh masyarakat. Komoditas Gandum pun tidak luput dari perhatian. Beliau mengharapkan untuk mencari komoditas pengganti yang dapat mensubtitusi gandum dalam berbagai menu yang tersaji dimasyarakat sehingga dapat mengurangi impor.  Sementara komoditas jagung yang telah dimassifkan dimasyarakat masih menyisakan banyak informasi yang kurang baik mengenai varietas Badan Litbang Pertanian.

Terkait dari harapan tersebut, peneliti Balitsereal Dr. Marcia Bunga Pabendon dan Ir. Bahtiar, MS menjelaskan bahwa sorgum sesungguhnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Uji coba pengembangan yang telah dilakukan di Kabupaten Flores Timur (Larantuka) telah mendapat respon yang baik dari berbagai kalangan antara lain tokoh agama di Larantuka telah mengolah sorgum menjadi beras yang diperjualbelikan dengan pemasaran tidak hanya di Flores Timur tetapi telah mensuplai beberapa industri makanan di Pulau Jawa. Sorgum di larantuka adalah komoditi yang paling unggul bagi masyarakat karena dapat tumbuh dengan produksi yang tinggi pada saat tanaman pangan lainnya tidak bisa menghasilkan. Sorgum tumbuh di sela-sela batu tanpa pemupukan, dan hanya diratun 1-3 kali kemudian dilakukan penanaman baru.

Varietas sorgum yang dimiliki Balitsereal telah diperkenalkan melalui demplot, teknologi pengolahannya menjadi beras pun telah dilatihkan dan siap digunakan. Tidak hanya itu, peralatan penyosoh pun telah diberikan. Harapan kedepan ada pengusaha yang ingin mengembangkan secara luas. Balitsereal siap memberikan pendampingan untuk itu.

Terkait dengan Gandum, Balitsereal juga telah melakukan serangkaian kegiatan penelitian yang dikemas dengan konsorsium beberapa pihak dan menemukan varietas yang dinilai dapat beradaptasi pada ketinggian 200 meter, walaupun ini masih belum final, karena persoalan budidaya gandum bagi petani, kurang kompetitif dilihat dari berbagi aspek. Budidaya relatif lebih sulit dibanding dengan jagung, dari segi ekonomi, pemasarannya pu  tidak jelas, dan produktivitas yang diperoleh jika terjual juga belum bisa menyamai pendapatan yang diterima petani sayuran. Oleh karena itu, sepakat jika program untuk mengurangi impor gandum dilakukan dengan pendekatan diversifikasi yang sejak dulu sudah dicanangkan Kementerian Pertanian.

Banyaknya keluhan mengenai varietas Jagung Badan Litbang Pertanian, kesan yang disampaikan bahwa produktivitas VUB litbang rendah, dikarenakan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kesempatan dan tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, untuk kondisi tersebut, Balitsereal telah melakukan beberapa langkah strategis antara lain telah membentuk Tim Mutu untuk mengawasi penyediaan Parent Seed yang akan diberikan kepada pemegang lisensi yang dinilai baik, melakukan koordinasi secara intensif dengan para pemegang lisensi (Mengumpulkan dalam satu rakor, mengunjungi dan mengevaluasi kemampuan mereka) dan mengajak agar bersama-sama menjaga mutu dan kualitas varietas Badan Litbang Pertanian. Bagi yang tidak memegang komitmen akan diberi sanksi pemutusan kontrak. Selanjutnya Balitsereal membentuk Tim mutu yang diberi tugas memverifikasi seluruh pemegang lisensi terkait fasilitas pabrik yang dimiliki, SDM yang dimiliki, dan lahan yang digunakan untuk memproduksi. Hasil Monev Tim Mutu Balitsereal menjadi pertimbangan kepada Pemegang lisensi untuk mendapatkan Parent Seed.

Selain itu, Balitsereal telah membuat Demplot dalam skala luas 3-5 ha pada daerah-daerah yang menolak produk VUB Badan Litbang Pertanian dan hasilnya mendapat respon positif oleh petani dan mengharapkan mendapat benih tersebut.

Keberpihakan pemerintah daerah terhadap produk Badan Litbang Pertanian juga masih perlu terus diperjuangkan. Sekretaris DJN menilai langkah-langkah yang telah ditempuh sudah tepat, dan mereka berjanji untuk mencoba mencari pengusaha untuk bekerjasa sama mengembangkan sistem perbenihan dan pengembangan sorgum di NTT dan Kaltim pada bekas Lahan tambang.  Dr. Marcia B.P. menjelaskan bahwa salah satu sifat sorgum adalah menyerap logam berat dalam pertumbuhannya, dengan demikian pada bekas tambang secara bertahap dapat dikembalikan kesuburannya.

IMG-20191002-WA0020IMG-20191004-WA0002

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here