Kultivar Sorgum dengan Hasil Biji dan Biomas Tinggi

0
122

Kultivar Super-1 dan Super-2 adalah kultivar inbrida yang dihasilkan melalui metode seleksi pedigree selama 3 generasi,kemudian diuji multilokasi utamanya pada daerah marginal kering karena sorgum dikenal toleran kekeringan. Proses seleksi terfokuspada bobot biomas tinggi, kadar gula dan volume nira yang tingggi, serta hasil biji yang relatif tinggi.Kedua kultivar tersebut dapat mencapai3 sampai 4 meter, potensi biomas 30-40 t/ha, potensi hasil biji 5-6 t/ha,kadar gula brix 13-15% dan rendemen etanol 10%-12%.

Potensi produksi bioetanol sekitar 3000-4800 l/ha. Oleh karena kultivar ini adalah inbrida maka petani atau para pengembang sorgum tidak harus selalu membeli benih setiap akan menanam, karena benih inbrida dapat produksi sendiri. Hal ini penting, karena ke depan sorgum akan banyak dikembangkan pada lahan marginal dimana pada umumnya petani pada daerah tersebut adalah petani kecil dengan kemampuan yang terbatas. Namun yang perlu dijaga adalah kemurnian benih karena peluang benih sorgum untuk terkontaminasi dengan varietas lain cukup tinggi karena kelopak bunga tidak menutup dengan sempurna. Jika benih terkontaminasi maka produktivitasnya akan menurun antara lain produksi biomas, nira, gula brix, maupun hasil biji.

Selama ini perkembangan sorgum di Indonesia sangat lambat atau tidak terlihat karena pemanfaatannya hanya terfokus pada biji sebagai bahan pangan alternatif serta untuk pakan ternak.Oleh sebab itu, keunggulan sorgum batang manis yang mengandung kadar gula tinggi dalam batang, seperti tebu, yang bernilai ekonomis tinggi sebagai bahan baku energi biomassa terbarukan seperti bioethanol, energi listrik, serta untuk pakan ternak dalam bentuk silase yang bernilai gizi tinggi yang harus menjadi fokus. Dengan demikian, biji yang dihasilkan akan menjadi nilai tambah dari sorgum manis untuk pangan fungsional.Jika semua potensi sorgum dimaksimalkan maka ke depan tidak akan ada lagi daerah yang kelaparan di lahan kering. Jumlah lahan pertanian yang belum tergarap dan lahan kritis kering di Indonesia akanturut menyumbang untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju kedaulatan pangan dan bioenergi nabati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here