Korporasi Benih Jagung Hibrida JH 37 di Minahasa Memasuki Masa Panen

0
86

Kementerian Pertanian terus fokus mendukung pengembangan benih jagung hibrida produksi dalam negeri berbasis korporasi petani. Salah satu wilayah potensial pengembangan korporasi adalah di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa Raya.

Korporasi jagung hibrida di Minahasa merupakan hasil Kerjasama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Balitbangtan (Balitsereal), PT Twinn, Dinas Pertanian serta BPSB lingkup wilayah Minahasa. Pada hari Jumat (04/08/2020) dilakukan kegiatan monitoring produksi benih sekaligus penentuan waktu panen raya benih F1 varietas JH 37 yang merupakan varietas unggul jagung nasional hasil pemuliaan Balitbangtan, Kementan.

Nurcahyo, selaku Manajer Produksi Benih PT. Twinn Wilayah Sulawesi melaporkan bahwa luas lahan produksi benih yang sudah tertanam di Sulut adalah 210 ha yang terbagi atas 110 ha di Kabupaten Minahasa, 50 ha di Minahasa Utara, 20 ha di Minahasa Tenggara dan 30 ha di Minahasa Selatan, namun yang panen pada bulan September ini seluas 100 ha. Wilayah Kota Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Bolaan mongondo akan panen secara bertahap.

IMG-20200907-WA0027Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Muhammad Azrai yang didampingi oleh Kepala BPSB Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Utara, Dolf Palendeng merasa senang menyaksikan langsung para petani yang sangat antusias melaksanakan produksi benih JH 37.

Petani di Minahasa telah faham dan mahir melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan benih bermutu. Ini merupakan loncatan teknologi produksi yang luar biasa dimana petani dalam waktu singkat mampu mengembangkan dirinya menjadi penangkar yang dapat diandalkan, ungkapnya.

Dukungan BPSB Provinsi Sulut juga berperan nyata dalam kesuksesan perbanyakan benih berbasis korporasi khususnya dalam pengawalan inspeksi lapangan sampai dengan penerbitan label sertifikasi. Perbenihan berbasis korporasi di Sulut menerapkan system inovasi “double track” melalui integrasi produksi benih dan pakan ternak. Hasil panen dari tanaman betina diproses menjadi benih F1 varietas JH 37, sedangkan tanaman jantannya dipanen lebih awal dan dijual untuk pakan ternak domba, ayam jago, kuda dan babi dengan harga yang lebih mahal.

IMG-20200907-WA0033

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here