Kontribusi Balai Penelitian dalam mendukung Kinerja Puslitbangtan

0
122

Rabu, 14 Agustus 2019 Bapak Kapuslitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA melakukan Kunjungan Kerja untuk pertama kalinya. Pada pertemuan ini seluruh ASN Lingkup Balitsereal, Peneliti, staf fungsional non peneliti, staf Kebun Percobaan dan staf administrasi mendengarkan arahan Bapak Kapuslitbangtan.

Dr. Haris Syahbuddin, DEA menyelesaikan pendidikan awalnya di Universitas Lampung, Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah dan mengawali karirnya dengan konsentrasi pada iklim melanjutkan pendidikan S2 di Ecole Nationale de la Meteorologie Toulouse Meteo France Perancia pada tahun 2001, Serta S3 di Kobe University Bidang keahlian Agrometeorologie Tropical.

Beliau telah mengkaji pola perubahan iklim dan mengemukakan bahwa telah terjadi perubahan pola curah hujan, jumlah curah hujan, dan intensitas curah hujan. Periodesitas kekeringan semakin cepat pergerakannya yang awalnya rentang 5-10 tahun naik menjadi 3-5 Tahun. Terbukti kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia terjadi pada Tahun 2001, 2003, 2007, 2011, 2013, 2015, dan 2019. Dan perkiraan fenomena kekeringan panjang akan terjadi menjelang tahun 2039 karena aktivitas monsoon tidak sampai di wilayah Indonesia, sehingga dalam mempertahankan ketersediaan pangan kita, komoditas yang ditangani oleh tanaman pangan menjadi sangat penting.

Oleh karena itu kita dituntut untuk mampu menghasilkan teknologi guna menghadapi masalah kekeringan yang akan datang. Meskipun Balitsereal dipercaya telah melakukan hal tersebut, namun beliau mengharapkan penelitian lebih diarahkan pada tingkat ketahanan dan toleransi terhadap kekeringan, karena ini domain yang sangat penting.

Dimata Kapuslitbangtan, Balitsereal bukan lagi lembaga lokal, melainkan sudah dapat dikatakan lembaga internasional, ini dikarenakan Balitsereal telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga international diantaranya CIMMYT, maupun lembaga multinational lainnya. Balitsereal memiliki mandatori yang luas karena rentang kendali pengembangan serealia meliputi seluruh wilayah Indonesia. Puslitbangtan sebagai induk penelitian terkait tanaman pangan, mengharapkan kontribusi dari Balai penelitian dibawah naungannya, seperti Balitsereal, BB Padi , Balitkabi dan Lolit Tungro. Jika kontribusi salah satu Balit terhambat, dapat mengakibatkan pincangnya kaki Puslitbangtan. Anggaran dan pekerjaan yang ada di Balai harus dibagi rata, tidak terkonsentrasi pada beberapa ASN, tentunya dengan pola seperti ini, ASN pun dituntut untuk memberikan kontribusi terhadap Balai. Sehingga hal ini akan berimbas pada kemudahan pengisian SKP.

Kedepan Balitsereal diharapkan untuk dapat menghasilkan VUB yang tidak hanya memiliki potensi hasil yang tinggi, namun dapat menghasilkan VUB yang dapat dipergunakan untuk industri dalam skala yang luas. aBadan Litbang Pertanian perlu berupaya untuk mencapai beberapa target yang telah dicanangkan diantaranya adalah penciptaan VUB survival, serta desentralisasi Benih dasar (FS) di BPTP agar lebih cepat terserap oleh petani di seluruh Indonesia.

WhatsApp Image 2019-08-14 at 3.54.17 PMWhatsApp Image 2019-08-14 at 3.54.15 PM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here