Secara bertahap Balitsereal merencanakan melatih petugas BPSB-THP di provinsi lokasi Pilot Project Produksi benih jagung hibrida berbasis kooperasi petani. Kali ini Balitsereal mendatangkan petugas BPSB – THP dari Provinsi Sulawesi Utara, dan pendamping teknologi BPTP Sulawesi Utara untuk berdiskusi tentang bagaimana menjaga mutu benih jagung Balitbangtan.

Balitsereal, menugaskan peneliti terbaiknya dibidang budidaya (Dr. Roy Efendi, bidang kesuburan Ir. Syafruddin, MS, bidang hama/penyakit, Ir.Syahrir Pakki, MP, bidang prosessing Yamin Sinuseng, dan Bidang Sosial Ekonomi, Ir. Bahtiar, MS) untuk menyampaikan teknologi produksi benih jagung hibrida dan hal-hal penting untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan produksi benih pada kegiatan Studi Banding Mutu Benih dari Tim BPSB dan BPTP Sulawesi Utara (28-29/10/2019).

Pemulia dan sekaligus Kepala Balitsereal membuka acara dengan beberapa pesan mendalam, diantaranya :
1. Program ini sudah dilaksanakan di 5 provinsi dan akan dievaluasi terus mana yang bisa berlanjut dan mana yang harus dihentikan. Oleh karena itu, mari kita kerja keras, bahu membahu mengawal. karena sudah diyakini bahwa benih jagung nasional karya anak bangsa bisa bersaing apabila diproduksi secara baik sesuai SOP.
2. Mari kita sama-sama mengawal dan mengawasi produksi benih kita di tingkat kelompok tani. Kita berikan petunjuk yang benar agar kualitas benih yang dihasilkan seperti yang diharapkan. Jika benih kualitasnya rendah berarti teman-teman BPSB-THP belum maksimal mengawal. Balitsereal telah mengirimkan parent seednya yang dinilai mampu bersaing.
3. Tahapan pemilihan parent seed susah dan lama untuk mendapatkan galur yang sifat homosigotnya tinggi (90-an%). Dimulai dari pemurnian galur selama 6 musim F1, F2, F3, F4, F5 dan F6 sudah dianggap homosigotnya mencapai 98% dan siap dijadikan sebagai parent seed. Sifat homosigotnya inilah yang menyebabkan penampilan pertanaman di tingkat petani merata dan produktivitas tinggi. Beda dengan jagung jenis komposit lebih bersifat heterosigot sehingga sulit diharapkan seragam pertumbuhannya di lapangan.
4. Ka.Balitsereal menunjukkan foto-foto bentuk dan warna akar, bentuk dan warna batang, bentuk, dan warna daun, bentuk dan warna anther, dan bentuk dan warna silk dari galur-galur yang digunakan di Sulawesi Utara yaitu MAL-03 dan CLY 231. Tolong diperiksa di lapangan, jika ada yang menyimpang segera dibuang baik pada tanaman baris betina maupun tanaman pejantan.
5. Terakhir menyampaikan harapan besar, jika ini kita gagal lakukan maka masa depan produk nasional sulit lagi dipercaya publik. Jadi mari kita sungguh-sungguh memberi perhatian agar benih yang kita hasilkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Jika ini berhasil paling tidak beberapa persoalan secara simultan diselesaikan antara lain: Adaptasi dan kemurnian varietas dapat dipastikan, pemalsuan benih yang diproduksi di provinsi lain dapat dicegah, secara bertahap 6 tepat dapat diwujudkan: tepat jenis, jumlah, kualitas, harga, waktu dan lokasi, biaya pemerintah dalam kegiatan pengadaan benih dirasakan kelompok tani.

Setelah penerimaan materi, para peserta digiring untuk melihat sekilas mengenai proses pengujian benih di laboratorium benih dilanjutkan dengan teknik prosesing benih di gudang prosesing, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi produksi benih di Kabupaten Bone.

73197767_475975526340780_2423633110076751872_o74661800_475975586340774_5151413255477919744_o74371096_475975816340751_8309969012826046464_o73035860_475975959674070_6488655257277562880_o

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *