Konsistensi Balitsereal dalam Memberikan Dukungan Pengembangan Produksi Benih Jagung Hibrida Nasional Berbasis Koorporasi Petani

0
81

Pertengahan Bulan Oktober Balitsereal menugaskan Tim Mutu untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan produksi benih jagung hibrida nasional di dua lokasi yaitu di kabupaten Lampung Timur, provinsi Lampung dan kabupaten Tanah Laut provinsi Kalimantan Selatan.

Harapannya adalah selain melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan, juga yang lebih penting adalah memberi motivasi kepada petani dan pemerintah daerah bahwa Balitsereal tidak hanya menyediakan benih sumber dan pendampingan di lapangan, tetapi juga konsultasi terhadap upaya pengembangan lebih lanjut.

Pelaksanaan kegiatan produksi benih jagung hibrida di kabupaten Lampung Timur mendapat apresiasi dari berbagai kalangan antara lain, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, menilai bahwa kegiatan produksi benih jagung hibrida nasional mempunyai peluang yang besar karena semangat petaninya tinggi. Hal ini terlihat dari upaya mereka secara bersama-sama mengendalikan hama yang menyerang tanamannya. Pengendalian yang dilakukan terhadap hama ulat grayak adalah dengan menggunakan perangkap dan juga dengan insektisida dengan penyemprotan dini, sehingga tanaman selamat dari serangan ulat grayak.

Dinas Pertanian Provinsi pun memberi dukungan bukan saja dengan menggerakkan tenaga PPL nya tetapi juga mulai memikirkan alokasi benih yang akan dihasilkan.

Sementara BPTP Lampung sudah mulai menjadikan program ini sebagai kajian untuk mendapatkan teknologi dan rekomendasi terkait dengan produksi benih jagung hibrida.

Disisi lain Direktorat Perbenihan menilai bahwa semangat dan konsistensi kelompok dalam melaksanakan kegiatan ini sangat baik, sehingga berharap agar diperluas arealnya menjadi 100 ha lagi. Tanggapan kelompok untuk musim saat ini sudah sulit mendapatkan lokasi karena sudah menjelang memasuki musim tanam padi. Jika bulan April mendatang itu sangat memungkinkan.

Hasil monev dari Tim Mutu Balitsereal memberi banyak masukan diantaranya, Pakar budidaya (Ir. Syafruddin, MS) memberi petunjuk tentang tanaman yang harus diroguing dan waktunya. Agar unsur hara yang tersedia menjadi efisien dan efektif untuk tanaman. Selain itu teknik perlakuan benih sebelum ditanam, Dr. Marcia B.Pabendon menambahkan , bahwa sesungguhnya bahan organik dalam tanah masih tersedia cukup seandainya jerami padi tidak diambil petani untuk pakan. Tapi kalau demikian disarankan menggunakan PPC karena dalam PPC terdapat zat yang mampu mengurai unsur hara yang terikat sehingga tersedia bagi tanaman, Pakar Hama Penyakit, Ir. Syahrir Pakki, MP memberi petunjuk dalam pengendalian hama ulat grayak dan penyakit bulai, tetapi di wilayah ini sepertinya bukan wilayah endemik bulai, namun tetap waspada karena penyakit bisa muncul melalui benih. Kemudian untuk mengatasi kekeringan agar dimajukan waktu tanamnya, paling tidak sama dengan penanaman perdana yang dilakukan pada bulan Agustus. Pakar pemuliaan, Dr. Neny Iriani, MP, memberi petunjuk tanda-tanda kemurnian varietas dan juga menjelaskan bahwa benih yang ditanam itu masih kelas galur dan perlu penanganan yang intensif karena masih peka terhadap perubahan lingkungan. Peneliti Sosial Ekonomi Ir. Bahtiar, MS menilai bahwa kekompakan tim daerah (teknisi pemegang lisensi, Koordinator PPL, serta ketua dan anggota kelompok tani) sangat baik, bersemangat dan konsekwen melaksanakan SOP produksi benih jagung yang dianjurkan. Berpeluang untuk dikembangkan lebih luas apabila pendapatan yang diterima petani setelah panen nanti melebihi dari pendapatan yang diterima ketika menanam jagung biasa.

Hal yang menggembirakan sampai saat ini adalah respon petani dan pemerintah daerah untuk menumbuhkan perbenihan di wilayahnya sangat baik, karena program ini selaras dengan keinginan pemerintah provinsi untuk mewujudkan sentra-sentra produksi benih/bibit pertanian. Respon petani, petugas dan tenaga teknisi pemegang lisensi sangat baik terhadap petunjuk yang diberikan, mereka berusaha untuk menerapkan pada pertanaman berikutnya.

IMG-20191016-WA0052

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here