Pengendalian Hama Bubuk Pada Tanaman Jagung

0
54

Proses penyimpanan yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga mutu bahan yang disimpan. Selama proses penyimpanan, biji akan mengalami perubahan kualitas dan kuantitas yang dipengaruhi oleh fasilitas penyimpanan serta hama gudang. Kumbang bubuk merupakan hama penting yang menyerang biji-bijian selama proses penyimpanan. Serangan hama ini menyebabkan biji jagung berlubang, cepat pecah serta hancur menjadi tepung sehingga kualitas biji menjadi menurun.

Berbagai macam metode pengendalian hama kumbang bubuk telah dikembangkan, baik secara kimiawi maupun menggunakan bahan nabati. Salah satu tanaman yang bersifat insektisida nabati adalah lada hitam(Piper nigrum) yang mengandung senyawa aktif antara lain saponin, flavonoida, minyak atsiri, kavisin, piperin, piperline, piperolaine, piperanine, piperonal. Senyawa piperine yang dikandung lada hitam bersifat repellent pada hama kumbang bubuk, karena mengeluarkan aroma dan rasa pedas sehingga dapat mempengaruhi dalam menghasilkan telur dan juga menimbulkan kematian.

Adapun metode aplikasi  dengan menggunakan biji lada hitam adalah dengan mengambil 100 gram biji lada yang kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah biji mengering, selanjutnya biji di blender sampai halus. Metode aplikasinya bisa dengan ditaburi pada biji atau dibuat dalam bungkusan dan diletakkan dalam karung biji jagung. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan ekstrak lada hitam dengan konsentrasi 1,45 mg/mL dalam waktu 80 menit dapat mengakibatkan kematian 10 imago hama kumbang bubuk. Penelitian lain menemukan bahwa aplikasi bubuk sebanyak 1 gram per 100 gram biji jagung akan menurunkan tingkat kerusakan biji jagung selama penyimpanan dari 8% menjadi 3$.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here