Kementan terus mengembangkan inovasi untuk mendukung hilirisasi inovasi teknologi kepada petani. Salah satu terobosan yang tengah di rintis Kementan adalah pengembangan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi. Pengelolaan sistem perbenihan dilakukan secara professional seperti korporasi sehingga nantinya petani akan mendapatkan keuntungan karena skala bisnisnya yang lebih besar dan biaya produksi yang lebih efisien. Salah satu lokasi pengembangan korporasi benih jagung adalah Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Jumat (21/6 2019) dilakukan penandatangan MoU kerjasama produksi benih jagung hibrida antara Kementerian Pertanian/Direktur Perbenihan Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM dengan 12 kelompok tani se Kabupaten Tuban.

IMG-20190622-WA0005Dalam pelaksanaannya, Balitsereal sebagai UPT penelitian dan pengembangan jagung hibrida dituntut untuk memberikan dukungan logistik yaitu penyediaan benih sumber serta pendampingan dalam proses produksi benih. Kepala Balitsereal, Dr. Muhammad Azrai dalam pemaparannya mengharapkan pemda serta petani ikut mengembangkan perbenihan berbasis daerah dengan dukungan teknologi maju untuk menutupi kebutuhan benih jagung yang terus meningkat. Dengan adanya kerjasama ini petani akan diuntungkan karena disamping mampu menyediakan kebutuhan benih untuk kelompok mereka sendiri juga dapat di pasarkan kepada pihak swasta atau kelompok tani di wilayah lain.

IMG-20190622-WA0004tubbn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *