Pasca ditetapkannya Perpres Nomor 117 Tahun 2022 tentang Kementerian Pertanian. Maka unit kerja eselon 1 pengganti Badan Litbang Pertanian adalah Badan Standardisasi dan Instrumen Pertanian (BSIP).

Perlu diketahui baru-baru ini BSIP telah menyelenggarakan launching dan rapat kerja konsolidasi di The Sultan Hotel & Residence Jakarta pada 16-17 Desember.

Menindaklanjuti hal tersebut Kepala Puslitbangtan, Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si pada Kamis (22/12) melakukan kunjungan kerja dan sosialisasi BSIP ke Balitsereal dan 2 Kebun Instalasi Balitsereal.

Kebun tersebut yaitu IP2TP Bajeng dan IP2TP Bontobili yang berlokasi di Kabupaten Gowa. Keduanya merupakan tumpuan utama BSIP kedepan dalam mewujudkan tupoksi yang diemban selanjutnya.

Selain melakukan sosialisasi dan meninjau kesiapan Balitsereal menyongsong tugas dan fungsi yang baru di bawah BSIP. Beliau juga meninjau kegiatan produksi benih Sorgum yang dilakukan oleh UPBS Balitsereal di IP2TP Bajeng. Di lokasi tersebut sedang dilakukan budidaya produksi benih Sorgum kelas BS dan BD.

Saat meninjau pertanaman Sorgum di Bajeng, Kapus menyatakan bangga dan kagum atas keseriusan Balitsereal memproduksi benih Sorgum.

“Wah mantap ini, Sorgum yang ditanam di sini bagus dan kompak?” ucap beliau saat melewati hamparan Sorgum varietas Numbu, Suri 4 dan Soper 9.

Perjalanan dilanjutkan ke Bontobili dengan agenda yang sama yaitu meninjau kesiapan IP2TP Bontobili menyongsong tugas dan fungsi yang baru di bawah BSIP serta meninjau produksi parent seed Jagung Hibrida Nasa 29.

Beliau memastikan areal kebun dan infrastruktur dapat digunakan dengan baik. Sementara, fasilitas yang perlu diperbaiki menjadi perhatian khusus agar menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2023.

Pada akhir kunjungannya beliau berpesan kepada para pegawai untuk meningkatkan kinerja.

“Walau lokasi kerja teman-teman di Bontobili jauh dari kantor Balitsereal di Maros, tapi kedisiplinan dan profesionalisme harus dijaga dan ditingkatkan, ingat kita telah memiliki fungsi dan tugas yang baru. Yaitu mewujudkan Standard, Services dan Gobalization dari hulu ke hilir untuk pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern”, pungkas Priatna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *