JH 36: Varietas Unggul Hibrida Baru Balitbangtan

0
436

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus berinovasi untuk menghasilkan teknologi mendukung pencapaian swasembada komoditas strategis nasional. Salah satu komoditas yang saat ini banyak menarik perhatian publik adalah jagung. VUB jagung berdaya hasil tinggi terus dihasilkan dan di diseminasikan kepada masyarakat. Salah satu varietas unggul jagung Balitbangtan yang diriis pada tahun 2016 adalah JH 36.

Memiliki umur masak fisiologis yang relatif genjah sekitar 89 hari, JH 36 mampu menghasilkan 12,2 ton/ha (pipilan kering, kadar air 15%). Rata-rata hasil yang didapatkan pada pengujian multi lokasi mencapai 10,6 ton/ha atau dua kali dari capaian produktivitas jagung nasional saat ini yang baru mencapai 5,1 ton/ha.

Varietas unggul baru yang dirakit oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Serealia ini merupakan jenis hibrida silang tunggal (single cross) yang diperoleh dari hasil persilangan galur murni Nei9008P sebagai tetua betina dengan galur murni GC 14 sebagai tetua jantan (Nei9008 x GC 14). Kedua galur ini diketahui mempunyai daya gabung yang baik dari pengujian pada paling sedikit 16 lokasi atau musim.

Mengkombinasikan keunggulan potensi hasil yang dimiliki oleh tetua betina dan galur tahan OPT utama dan berumur genjah sebagai tetua betina, varietas jagung hibrida JH 36 dinilai memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan baik di lahan optimal maupun sub optimal.

Hadir dengan biji berwarna jingga bertipe mutiara (flint), JH 36 sangat sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku pakan. DItambah sifat stay green  yang dimilikinya, brangkasan JH 36 dapat digunakan sebagai hijauan tambahan untuk pakan setelah tongkol di panen. Semoga varietas ini mendapat tempat di hati petani dan diminati pasar industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here