Jagung Toleran Kekeringan dan Penyakit Bulai

0
53

Pemerintah memberikan prioritas yang tinggi terhadap upaya peningkatan produksi tanaman pangan. Di sisi lain, kendala dan masalah yang dihadapi selain konversi lahan pertanian untuk nonpertanian yang belum dapat dibendung sepenuhnya, perubahan iklim sudah menjadi ancaman dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim telah mengancam produksi pangan di berbagai belahan dunia. Kemarau panjang yang menyebabkan tanaman didera kekeringan adalah dampak langsung dari perubahan iklim.

Oleh sebab itu Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian telah menghasilkan varietas unggul baru jagung untuk menghadapi ancaman kekeringan.

Varietas unggul baru jagung yang toleran kekeringan adalah varietas JH 27. Selain toleran kekeringan, jagung varietas JH 27 juga toleran penyakit bulai yang merupakan penyakit penting tanaman jagung.

Tanpa pengendalian, tanaman jagung yang terinfeksi parah penyakit bulai dapat menggagalkan panen. Varietas JH 27 juga tahan terhadap penyakit karat dan hawar daun. Dengan budi daya yang tepat dan pada musim yang mendukung, hasil jagung hibrida JH 27 dapat mencapai di atas 10 t/ha. Keunggulan lain varietas jagung ini tahan rebah dan juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi karena daun tetap hijau (stay green) walaupun jagung telah umur masak panen.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here