Luwu utara merupakan salah satu sentra utama pengembangan jagung di wilayah Luwu Raya. Budidaya jagung banyak dijumpai di Kecamatan Masamba, Bone Bone, Malangke dan Malangke Barat. Dengan luas panen mencapai 11 ribu ha dan produktivitas 6 ton per ha, setiap tahunnya Luwu Utara menyumbang 66.000 ton jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan khususnya di wilayah Timur Indonesia. Petani juga telah menerapkan pola budidaya berbasis pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Untuk mempercepat panen, petani local telah mengembangkan prototipe alat perontok biji jagung dari tongkolnya tanpa membuka kulit secara keseluruhan yang diberi nama “Lacandu”. Produk tersebut merupakan buatan bapak Idris, warga yang berasal dari Kecamatan Bone-Bone.

Penerapan teknologi tepat guna dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berbagai inovasi dan temuan baru teknologi tepat guna hendaknya dapat dimanfaatkan dalam implementasi usaha ekonomi sehingga secara langsung mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Balai Penelitian Tanaman Serealia telah melakukan pendampingan secara rutin di wilayah Luwu Utara. Pendmapingan dilakukan dalam bentuk peningkatan LTT padi dan jagung, koordinasi serap gabah petani (SERGAP), serta mobilisasi bantuan bantuan alsintan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Luwu Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *