Indonesia saat ini telah memiliki jagung dengan kadar beta karoten tinggi. Badan Litbang Pertanian telah merilis tiga varietas jagung yang memiliki beta carotene tinggi, yakni Provit A1, Provit A2, dan Bima Provit A1. Varietas yang terakhir adalah jagung hibrida yang telah dikeluarkan dengan SK Mentan No. 4381/Kptas/SR.120/6/2013.

Bima Provit A1 adalah hibrida pertama jagung berkualitas beta carotene tinggi di Indonesia jenis silang tunggal. Induk dibentuk dari famili kawin diri (selfing) generasi S5. Lalu induk betina dan jantan dari populasi Carotenoid Syn FS. Sehingga kandungan beta carotene-nya tinggi, 119,7 ppm. “Ini lebih tinggi dari jagung hibrida C7 yang hanya 46,89 ppm saja. Makanya warnanya kuning cerah seperti emas. Beta carotene sendiri berperan serta dalam pertumbuhan jaringan, memperkuat tulang gigi, dan untuk menghindari buta senja atau buta lebih awal. Bahkan hasil penelitian pada anak balita dapat meningkatkan pertumbuhan badan, mencegah buta senja dan meningkatkan nafsu makan.

Melihat dari jumlah produksinya, jagung Bima Provit A1 termasuk yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, saat musim hujan potensi hasilnya berkisar 6,62-9,85 ton per hektar. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 6,69-11,55 ton per hektar. Saat ini peluang wilayah pengembangan jagung ini tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Gorontalo. Target penyebarannya NTT, NTB, Aceh, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Barat. ang jelas target penyebaran jagung Bima Provit A1 akan terkonsentrasi pada wilayah rawan pangan yang teridentifikasi masyarakatnya kekurangan Vitamin A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *