Indonesia Sukses Ekspor Jagung dari Tiga Provinsi

0
66

Pembenahan di sektor perjagungan nasional dalam tiga tahun terakhir melalui program jagungisasi telah menigkatkan kinerja produksi jagung nasional serta meningkatkan jumlah ekspor jagung. Program jagungisasi yang meliputi bantuan benih varietas unggul baru jagung seluas 3,7 juta hektar setiap tahun, pupuk, dan alat serta mesin pascapanen jagung telah berhasil membantu mengefisienkan budidaya jagung sehingga waktu tanam lebih cepat dan hasil panen lebih tinggi. Percepatan bantuan traktor dan mesin prosesing jagung juga secara signifikan mempercepat penyiapan lahan untuk pertanaman jagung. Percepatan waktu tanam juga berpeluang meningkatkan indeks pertanaman di tingkat petani.

Menteri Pertanian Dr. A. Amran Sulaiman menyatakan bahwa peningkatan produksi jagung harus didukung dengan teknologi yang efisien dalam pelaksanaannya dan dapat diterima oleh petani. Oleh karena itu Kementan memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan varietas unggul baru jagung untuk mendukung peningkatan produksi jagung nasional seperti varietas NASA 29 yang berdaya hasil tinggi (rata-rata di atas 10 t/ha), varietas JH 21 yang berumur genjah dan toleran kekeringan serta berbagai varietas dengan kesesuaian agroekosistem wilayah. Hasil kerja keras petani dengan bantuan Kementan telah menjadikan Indonesia bukan lagi sebagai importir tapi sebaliknya eksportir jagung.

Bagaimana tidak, pada tahun 2015 Indonesia masih mengimpor jagung dalam jumlah besar, yang jumlahnya mencapai 3,5 juta ton. Namun demikian seiring adanya program jagungisasi, permintaan impor terus menurun dan mencapai titik nol di tahun 2017. Sebaliknya, Indonesia mengawali tahun 2018 dengan melakukan ekspor perdana jagung dari Indonesia ke negara-negara tetangga, dimulai bulan Februari dari propinsi Gorontalo sudah mengekspor sebanyak 57.650 ribu ton ke Filiphina, disusul propinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret ekspor sebanyak 60.000 ton dari total kontrak 100.000 ton ke Philipina dan dibulan yang sama dari NTB sebanyak 11.500 ton dari target 300rb ton. Total ekspor jagung dari ketiga provinsi tersebut mencapai lebih dari 129.000 ribu ton. Ekspor jagung akan terus berlanjut mengingat masih banyak provinsi produsen jagung yang bisa mensuplai pasar jagung Asia Tenggara seperti provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.

Menteri Pertanian Dr. A.Amran Sulaiman menyebutkan, ekspor jagung merupakan perwujudan program Kabinet Kerja untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Capaian tersebut diatas hanya sebagian kecil dampak kinerja program Mentan Amran dalam membangun pertanian Indonesia. Masih banyak capain lain dan  perubahan kehidupan petani yang tanpa dan terjadi di lapangan.  Menurutnya dampak dari kebijakan yang benar dari Kementan adalah swasembada pangan, meningkatnya investasi pertanian dan ekspor yang meningkat tajam.

Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Gatot Irianto menyampaikan bahwa target produksi jagung pemerintah pada tahun 2018 adalah peningkatan produksi jagung nasional sampai pada level 30 juta ton atau naik sekitar 7,34% dibandingkan tahun sebelumnya.  Peningkatan produksi jagung tersebut bukan hanya ditujukan untuk mengisi kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk mengisi pasar ekspor jagung khususnya di wilayah Asia Tenggara. Keniaikan produksi jagung tidak hanya berdampak pada penambahan devisa, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here