Profil

azrai4Kiprah Balai Penelitian Tanaman Serealia sebagai sebuah Lembaga penelitian dimulai dari dibentuknya LPPM Makassar tahun 1929 yang merupakan cikal bakal perkembangan penelitian pertanian khususnya di wilayah Negara Indonesia Timur (NIT). Pada jaman peralihan Kemerdekaan Indonesia antara tahun 1947 – 1949 berkembang pemikiran untuk integrasi lembaga penelitian, termasuk LPPM yang kemudian berubah nama menjadi Balai Besar Penyelidikan Pertanian (BBPP) Cabang Makassar. Perubahan organisasi terus berlangsung hingga pada tahun 1966 BBPP berganti nama menjadi LPPM. Seiring perkembangan jaman kebutuhan akan sarana penunjang semakin besar sehingga muncul ide pemindahan lokasi dari Makassar ke Kabupaten Maros.

profa3

Sejak tanggal 13 Desember 1994 melalui SK Mentan No. 797/Kpts/OT.210/12/94 Balittan Maros berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia Lainnya (Balitjas). Mandat penelitian yang sebelumnya meliputi komoditas padi dan palawija, menjadi lebih terfokus pada tanaman jagung dan serealia potensial lainnya seperti sorgum, gandum, serta jewawut. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 24/Permentan/OT.140/3/2013, nama Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia lainnya berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman serealia (Balitsereal) dengan mandat komoditas yang sama.

profa1Balitsereal bertanggungjawab kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Tahun 2017, Balitsereal kembalii ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) tanaman serealia oleh Kementerian Ristek Dikti dengan nomor SK 21/PU.IPTEK/XII/2017. Dengan ditetapkannya sebagai PUI  maka Balitsereal menjadi lembaga rujukan Iptek dan sumber inovasi teknologi tanaman serealia di Indonesia.

profa2