Jagung, seperti halnya tanaman pangan lainnya, rentan terhadap serangan hama. Hama utama pada tanaman jagung meliputi Penggerek Batang jagung (Ostrinia furnacalisGuen), Ulat Grayak (Spodoptera litura.), Penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera Hbn. Noctuidae: Lepidotera), Lalat bibit (Atherigonasp), dan hama kumbang bubuk (Sitophilus zeamais).
Pengendalian secara biologis antara lain dengan memanfaatkan musuh alami hama seperti Trichogramma spp dan Beauveria bassiana untuk mengendalikan hama penggerek batang; patogen Sl-NPV (Spodoptera litura –Nuclear Polyhedrosis Virus)untuk mengendalikan ulat grayak; Helicoverpa armigera (HaNPV) untuk penggerek tongkol dan Penggunaan agensi patogen seperti Beauveria bassianauntuk mengendalikan hama kumbang bubuk.
Pengendalian hama secara kimiawi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan seperti riwayat serangan hama serta ambang batas kendali hama. Penggunaan insektisida yang berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, dan karbofuran efektif untuk menekan serangan penggerek batang jagung.Insektisida yang cukup efektif mengendalikan ulat grayak adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dan karbaril. Untuk mengendalikan penggerek tongkol pada jagung, penyemprotan insektisida Decis dilakukan setelah terbentuknya rambut jagung pada tongkol dan diteruskan (1-2) hari hingga rambut jagung berwarna coklat. Hama kumbang bubuk dapat dikendalikan dengan fumigasi.
Pengendalian hama secara kimiawi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan seperti riwayat serangan hama serta ambang batas kendali hama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *