Hama Tikus pada Tanaman Jagung dan Pengendaliannya

0
89

Tikus umumnya menyerang pertanaman jagung di lahan sawah setelah pertanaman padi. Tikus mengandalkan indera penciuman, pendengaran dan indera perasa untuk mendeteksi keberadaan sumber makanan. Tikus juga mempunyai daya reproduksi yang tinggi dimana hewan pengerat ini dapat melahirkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Populasi tikus dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sumber air, sarang, dan ketersediaan makanan. Pengendalian habitat tikus harus memperhatikan bioekologi hewan ini.

Tikus umumnya menyerang tanaman jagung pada fase generative atau fase pembentukan tongkol dan pengisian biji. Tongkol yang telah masak susu dimakan oleh tikus sehingga tongkol menjadi rusak dan mudah terinfeksi jamur. Bagian yang disukai tikus umumnya pada ujung tongkol sampai bagian pertengahan.rat

Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara hayati, sanitasi, mekanis dan kimiawi. Pengendalian hayati dilakukan dengan memanfaatkan predator seperti kucing, ular, burung hantu. Penggunaan pathogen sebagai agen pengendali tidak dianjurkan karena berdampak negative bagi manusia. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan pembersihan dan penyempitan pematang atau tanggul.

Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan menggunakan pemagaran dengan plastic, pemasangan bubu perangkap, perangkap hidup, perangkap berperekat sampai penggunaan bunyi-bunyian. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan bahan beracun baik dalam bentuk ready mix bait atau ready mix dust yang banyak di jumpai di pasaran seperti Klerat Storm dan Ramontal. Penggunaan emposan menggunakan bahan fumigasi juga cukup efektif menekan populasi hama tikus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here