Pelaksanaan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke VII berlangsung Tanggal 28-30 Oktober 2019 di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, pelaksanaan gebyar ini sebagai sarana tukar informasi untuk peningkatan pertanian di seluruh Republik Indonesia.

Kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke VII Mengusung tema “Melalui Gebyar Perbenihan Kita Tingkatkan Sumberdaya Manusia Perbenihan Dalam rangka Mendukung Ketersediaan Benih Untuk Menuju Kemandirian Benih Nasional Yang Berkelanjutan”. Dihadiri oleh Direktur Benih Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementan, Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, BPTP Papua Barat, Balitsereal, BPSB seluruh Indonesia, Bank BRI, Pertani, DPRD, Dekopindag, Petani, PPL, dan LSM Pertanian.

Di lokasi kebun display Aimar Convention Centre (ACC) menampilkan demplot jagung hibrida varietas NASA 29 yang ditumpangsarikan dengan Ubi kayu, varietas kedelai, ubijalar, dan talas, selain itu juga menampilkan demplot Srikandi Ungu 1 yang memiliki ragam manfaat dengan kandungan antosianin yang tinggi.

Jacob Fonataba, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Hortikultura Papua Barat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dipilihnya kabupaten Sorong, Papua Barat sebagai tuan rumah kegiatan nasional bagi insan pertanian dengan harapan pertanian Papua Barat akan maju ke depannya. Beliau menginginkan seluruh Dinas Pertanian seluruh kabupaten di provinsi Papua Barat yang terlibat dalam kegiatan ini, dapat memperoleh banyak pengetahuan serta informasi terkait teknologi untuk menghasilkan benih yang bermutu karena selama ini Papua Barat belum dapat memproduksi benih bermutu dan bersertifikat sehingga petani setempat masih mengharapkan benih dari luar Papua.

Melalui Gebyar Perbenihan ini, Beliau berharap Papua Barat dapat menjadi daerah produksi benih berkualitas untuk komoditi unggulan Indonesia seperti padi, jagung, dan kedelai.

Sejalan dengan hal tersebut, Balitsereal turut hadir pada pelaksanaan Gebyar Perbenihan kali ini guna menjejaki peluang pelaksanaan produksi benih berbasis koorporasi. Koordinasi dilakukan dengan BPSB Papua Barat serta pihak terkait di Sorong.

Beberapa lokasi yang dikunjungi memiliki peluang pengembangan dan SDM yang mumpuni serta dapat dilakukan integrasi antara tanaman dan ternak ruminansia, namun masih perlu dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis paket budidaya produksi benih jagung hibrida sebelum penerapan/pelaksanaan produksi benih berbasis koorporasi.

IMG-20191104-WA0024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *