Fall Armyworm (FAW) Mengancam Pertanaman Jagung Indonesia

0
312

Negara produsen jagung dunia saat ini menghadapi ancaman serius akan hama ulat grayak baru yang tengah mewabah yaitu Fall Armyworm (FAW). Meski belum masuk ke Indonesia, hama ini harus diwaspadai karena telah mewabah dari Benua Amerika pada tahun 2016, masuk ke Benua Afrika dan menyebar di wilayah Asia hingga kini sudah ke Thailand pada tahun 2018.

FAW atau Spidoptera frugiperda merupakan salah satu jenis ulat grayak yang mempunyai jelajah tinggi. Bahkan imago-nya bisa terbang jauh, bahkan jika terbawa angin bisa mencapai 100 km. Imago ulat cepat menyebar, bahkan termasuk penerbang kuat dapat mencapai jarak yang cukup jauh dalam satu minggu. Kalau dibantu angin bisa mencapai 100 km. Selain itu kecepatan reproduksinya juga sangat tinggi. Larva berukuran besar dan bersifat kanibal.

Pada tahun 2017, hama tersebut menyebar hampir ke semua negara yang menanam jagung di Afrika dan Afrika Selatan. Spidoptera frugiperda kini sudah menyebar di negara tropika dan subtropika, seperti Brasil dan Amerika Selatan. Di Asia sudah masuk ke Yaman, India, Myanmar dan Thailand. Ada kemungkinan hama itu masuk terbawa produk sayuran yang diimpor dalam bentuk larva. Ini patut kita waspadai dan kita harus mulai mengawasi produk pertanian impor.

Upaya mencegah penyebaran Spidoptera frugiperda jika sudah masuk ke Indonesia diantaranya adalah Pertama, sebelum meluas dapat dilakukan eradikasi, bukan dalam skala kebun, tapi negara (pulau). Langkah kedua adalah menyebarkan informasi dan menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan kalau menemukan hama tersebut. Ketiga, melakukan survei dan inventarisasi tanaman inang dan musuh alami hama Spidoptera frugiperda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here