Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Balitbangtan) sampai saat ini telah menjalin kerjasama alih teknologi dengan mitra kerjasama/lisensor. Tak kurang dari 210 produk inovasi Balitbangtan telah dikerjasamakan dengan pihak swasta. Namun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala yang dihadapi baik dari aspek teknis maupun kemampuan manajerial dari penerima lisensi.
Dalam upaya untuk memperbaiki pola kerjasama Balitbangtan dengan mitra maka diadakan rapat evaluasi pelaksanaan kerjasama lisensi Balitbangtan pada tanggal 20 Oktober 2018 di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). Rapat evaluasi di hadiri oleh kepala Balitbangtan, Dr. A. M. Syakir serta perwakilan dari Puslitbangtan, BPATP, BB Padi, Balitsereal, BPTP Jambi, BPTP Sulsel dan Mitra kerjasama/lisensor.
Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan menekankan pentingnya akselerasi dalam diseminasi inovasi teknologi (inotek). Untuk mendukung akselerasi inotek, kriteria mitra kerjasama yang diharapkan harus mempunyai infrastruktur/sarana yang baik, didukung SDM profesional serta dapat memproduksi teknologi secara cepat dan massal dengan mutu produk terjamin. Selain itu pemberian lisensi eksklusif hanya dapat diberikan kepada mitra yang turut membiayai kegiatan dari awal, misalnya pada komoditas jagung, mitra harus membiayai uji multi lokasi. Selain persyaratan wajib yang harus dipenuhi, branding produk juga harus menjadi perhatian sehingga penggantian nama pada varietas baru hendaknya menyesuaikan dengan branding lama.
Rapat koordinasi juga diisi dengan pemaparan tentang perkembangan alih teknologi produk Balitbangtan oleh Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), kemajuan penyediaan benih tetua dan benih F1 jagung hibrida oleh Balitsereal dan lisensi padi hibrida oleh Balai Besar Padi (BB Padi). Hasil rapat koordinasi akan ditindaklanjuti oleh BPATP dalam bentuk penyediaan SOP untuk persyaratan menjadi mitra kerjasama. Selain itu akan dilakukan penetapan target produksi minimal serta time skedul yang pendek. Mitra yang tidak memenuhi kualifikasi diharapkan untuk bergabung dengan mitra lain sehingga efektifitas lisensi lebih termonitor. Diharapkan dengan adanya perbaikan dalam pemberian lisensi, penyebaran hasil inotek Balitbangtan lebih cepat dan massif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *