Dukung Pangan Lokal, Balitsereal Tawarkan Sorgum Kaya Zat Besi (Fe)

0
394

Kementerian Pertanian tengah menggalakkan program diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Kegiatan roadshow pengenalan pangan lokal telah dilakukan disejumlah kota diantaranya Jakarta, Bogor, DIY, Bandung dan Makassar. Gerakan ini bertujuan untuk menggali potensi pangan lokal dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu komoditas pangan lokal potensial yang dapat dikembangkan adalah sorgum. Kandungan mineral sorgum khususnya unsur Fe cukup memadai 4-5,5 mg/100g sehingga dapat menjadi nilai tambah sebagai bahan pangan. Unsur Fe merupakan unsur paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah didapatkan dari makanan. Jika manusia kekurangan zat besi pada menu makanan yang dikonsumsinya sehari-hari, dapat menyebabkan gangguan anemia gizi (kurang darah). Salah satu unsur gizi termasuk kekurangan mineral Fe dalam makanan yang dikonsumsi anak khususnya usia tumbuh akan mengalami istilah “stunting (terhambat pertumbuhan & perkembangannya).

Selain kaya zat besi, sorgum juga memiliki komponen unsur gizi dasar yang tinggi, tidak kalah dengan serealia lainnya. Kandungan protein sorgum berkisar 10-13% tergantung varietas, lahan tempat tumbuhnya. Keunikan sorgum adalah adanya tanin dan asam fitat yang mengangkat kontroversi negatif dan positif terhadap kesehatan. Sifat antioksidan tannin lebih tinggi daripada vitamin E dan C, demikian juga antioksidan antosianin sorgum lebih stabil. Unsur pangan fungsional yang mengandung komponen bioaktif memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh, termasuk memperkuat daya tahan tubuh, mengatur ritme kondisi fisik, memperlambat penuaan, dan membantu pencegahan penyakit degeneratif. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri.

Pengolahan sederhana yang dapat dilakukan, mulai biji sorgum dapat diolah menjadi bahan setengah jadi (intermediate product) adalah dalam bentuk sosoh & tepung. Selanjutnya sorgum sosoh diolah menjadi nasi sorgum, bubur sorgum dan sejenisnya, dan bahan tepung dapat mensubstitusi terigu untuk berbagai olahan (cookies, cake, mie, rerotian) tergantung formula substitusi dan fisikokimianya. Bagi konsumen alergi gluten, dapat mengonsumsi olahan berbasis tepung tanpa susbstitusi tepung gandum, atau dari olahan butiran sosoh sorgum. Badan Litbang Pertanian telah melepas beberap VUB untuk pangan, merupakan tawaran bagi para pengguna, pemerhati produk pangan fungsional juga dapat melirik bahkan mengembangkan ragam produknya berbasis sorgum.

Balitsereal saat ini tengah fokus mengeksplorasi kandungan fungsional sorgum untuk mendukung diversifikasi pangan fungsional lokal. Kandungan Fe, polyphenol, asam fitat, aktivitas antioksidan beberapa varietas sorgum (VUB) khusus untuk pangan, mulai dari bahan setengah jadi dalam bentuk butiran sosoh, tepung sampai aneka produk akhir siap konsumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here